Susi Air Penerbangan Perdana Tol Udara ke Ilaga

Bagikan Bagikan
Penerbangan perdana Susi Air melayani pengiriman barang ke Ilaga
SAPA (TIMIKA) Direktur Perhubungan Udara Pada Kementrian Perhubungan (Kemenhub) Kristi mengatakan, penerbangan perdana Susi Air untuk melayani rute Timika Ilaga untuk pengiriman barang sebagai lanjutan dari tol laut yang dicanangkan oleh Presiden RI Ir. Joko Widodo untuk disalurkan 4 Distrik diwilayah pegunungan. Dengan tujuan untuk menekan harga kebutuhan pokok di Jawa dan di papua.

“Jadi untuk penerbangan perdana ke Ilaga sambungan tol laut yang dari jawa-makassar paomako terus dikirim ke 4 Distrik (Ilaga, Beoga, Sinak dan Kenyam) di dua Kabupaten,” kata Kristi saat ditemui wartawan usai menyaksikan penerbangan perdana maskapai Susi Air berjenis Grand caravan C208B ke Ilaga, Selasa (31/10).

Kristi menjelaskan, Pengiriman barang kebutuhan pokok 4 Distrik di 2 Kabupaten di wilayah Papua menggunakan pesawat Susi Air sebab maskapai tersebut telah menang tender. Selain itu perpanjangan dari tol laut tersebut bertujuan untuk menekan harga kebutuhan pokok yang meninggi di wilayah Papua akibat keterbatasan transporasi baik laut maupun udara. Kendati demikian, pastinya akan sedikit perbedaan harga sebesar 5% dari harga yang berada di Mimika.

“Tujuan kita supaya harga barang tidak jauh berbeda dengan di jawa, kalau untuk sampai di Distrik bisa naik 5% lah untuk biaya angkut,” jelasnya.

Sementara itu disinggung mengenai subsidi. Kata Kristi, tugas maskapai Susi Air hanya siap mengirimkan. Sebab, Pemerintah pusat telah memberikan subsidi penerbangan kepada maskapai Susi Air senilai Rp 9,8 Miliar dari jumlah anggaran Rp 16 Miliar, mengingat tahun anggaran 2017 tinggal tersisa 2 bulan kedepan.

“Kita ada subsidi untuk angkutannya saja, jadi tugas kita mengirim barang yang ada. Dan memang telah disubsidi penerbangan oleh Pemerintah sebesar 9,8 Miliar dari Rp16 Miliar. Karena waktu anggaran 2017 sudah mau selesai,” kata Kristi.

Sementara itu maskapai Susi Air akan melayani pengiriman barang setiap harinya dengan kapasitas tidak boleh melebih 1,1 ton atau 1.110 kilo gram. “Setiap hari ada penerbangan dengan maksimal muatan 1,1 ton,” kata Kristi.

Direktur Angkutan Udara Maria Christy, Kepala Kantor UPBU mosez Kulangin soekarwo, perwakilan dari Kementrian Perhubungan Abdul Haris dari, BUMD Kabupaten Puncak Dewi. (Ricky Lodar).





Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Post a Comment