TAJUK : Citra Baik Polri Masih Dirusak Ulah Oknum

Bagikan Bagikan

Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian

MEMPERINGATI HUT Ke-72 Korps Brimob di Markas Brimob Polda Maluku Tantui, Ambon, Selasa (14/11), Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian menyatakan berdasarkan hasil beberapa survei citra Polri kini sudah semakin baik. 

Kapolri mengajak seluruh insan Polri mensyukuri membaiknya citra Polri ini, karena sebelumnya Polri termasuk tiga institusi yang tidak dipercaya publik. Namun, dengan berbagai perbaikan semua jajaran, perbaikan komitmen, dan inovasi perbaikan sistem maka Polri kini termasuk empat institusi yang dipercaya publik.

"Saya mengharapkan citra baik yang sudah menanjak ini terus ditingkatkan oleh seluruh jajaran kepolisian," tandas Kapolri.

Kapolri mengharapkan jajaran Brimob memberikan peran dan kontribusi positif dalam rangka ikut memperbaiki kepercayaan publik terhadap Polri. Untuk itu, Kapolri meminta Korps Brimob betul-betul memahami konsep dan pemikiran yang ingin mewujudkan kepercayaan publik melalui peningkatan profesionalisme dan modernisasi.

Dikatakannya, tantangan ke depan yang akan dihadapi masih memerlukan kontribusi Brimob mulai dari konflik sosial, banyaknya kekerasan yang terjadi, hingga kekerasan kriminal bersenjata yang memerlukan kehadiran bukan sekadar polisi biasa, melainkan polisi yang memiliki kemampuan paramiliter.

"Brimob harus memiliki jiwa sebagai polisi sipil, tetapi juga punya kemampuan taktis paramiliter karena adanya situasi ganguan keamanan yang membutuhkan kehadiran dan kemampuan teknis khusus untuk menghadapinya," kata Kapolri.

Untuk itu, Kapolri meminta Korps Brimob betul-betul memahami konsep dan pemikiran yang ingin mewujudkan kepercayaan publik melalui peningkatan profesionalisme dan modernisasi. Karena ke depan Polri akan menghadapi berbagai agenda yang cukup sensitive, diantaranya pilkada serentak pada 171 wilayah di Indonesia tahun 2018 yang memiliki potensi konflik cukup besar. Untuk itu, Polri memiliki peran yang sangat penting untuk menjaga agar situasi gangguan kamtibmas tetab terkendali.

Menurut Kapolri, NKRI harus tetap berdiri dan untuk itu peran penting dari Brimob dengan kekuatan lebih dari 45 ribu personel di seluruh Indonesia menjadi salah satu tumpuan utama bagi kepolisian dalam menjaganya, dan tentu Polri pada posisi yang netral dalam rangka proses demokrasi seperti ini.

Sangat disayangkan citra Polri yang sudah semakin membaik ini, masih saja dirusak oleh ulah sejumlah oknum yang melakukan hal-hal yang negatif yang melukai hati masyarakat. Sudah bukan rahasia lagi, masih ditemukan banyak oknum yang terlibat pungutan liar dan membackengi kegiatan-kegiatan yang secara peraturan dan undang-undang dilarang.

Oknum-oknum yang masih melakukan tindakan yang merusak citra polisi ini terdapat juga di Kabupaten Mimika. Kasus penjemputan yang tidak sesuai prosedur serta penganiayaan secara brutal yang dilakukan sejumlah oknum polisi Polres Mimika terhadap Saldi Hermanto yang juga wartawan Salam Papua dan Okezone pada Sabtu (11/11) malam, merupakan bukti nyata masih ada anggota polisi yang tidak professional. Tindakkan yang sama dengan premanisme ini tentu saja merusak citra Polri yang sudah semakin baik di mata masyarakat, seperti yang disampaikan Kapolri.

Tugas pokok Kepolisian Negara Republik Indonesia adalah: memelihara keamanan dan ketertiban masyarakat; menegakkan hukum; dan memberikan perlindungan, pengayoman, dan pelayanan kepada masyarakat.

Karena itu yang diharapkan masyarakat dari Polri adalah mampu menyelesaikan masalah-masalah yang terjadi dalam masyarakat. Bukan sebaliknya menjadi biang permasalahan dalam masyarakat. Masyarakat berharap Polri menjadi contoh yang baik dalam penegakkan hukum, undang-undang dan peraturan pemerintah lainnya. Bukan sebaliknya menjadi pelanggar. Polri juga diharapkan menjadi penegak keadilan, bukan sebaliknya penegak ketidakadilan.

Memperbaiki citra yang baik bukan sesuatu yang mudah. Mendapatkan pengakuan citra baik dari masyarakat juga tidak gampang. Karena itu, seluruh anggota Polri hendaknya sepakat menjaga dan terus berupaya agar citra baik tersebut dipertahankan dan ditingkatkan. Ingatlah selalu pepatah, “Nila setitik merusak susu sebelanga.” Jangan sampai ulah satu dua oknum justru merusakan citra Polri sebagai suatu intituasi yang besar dan terhormat di mata dunia. (Red)

Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Post a Comment