Tajuk: Lawan Tangguh Eltinus Dalam Pilkada Mimika

Bagikan Bagikan


Ilustrasi, karikatur Mike Tyson
GENDERANG perang politik merebut kursi Mimika Satu dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak 2018 di Kabupaten Mimika dari pasangan calon perseorangan mulai mendeklarasikan diri dan memasang wajah dimana-mana, baik dalam bentuk spanduk maupun liflet.

Pasangan calon perseorangan ini ibarat cendawan yang tumbuh di musim hujan. Tidak tanggung-tanggung dalam deklarasi hingga, Selasa (28/11) sesuai catatan media ini tercatat tiga pasangan calon sudah mendeklarasikan diri, diantaranya: “Pasangan calon perseorangan Robert Waropea-Albert Bolang, Hans Magal-Abdul Muis dan Piet Yanwarin-Alpius Edowai. 

Kondisi itu secara kasat mata memperlihatkan sebuah reaksi bahwa lawan pasangan calon petahana Eltinus Omaleng pada Pilkada 2018 mendatang mendapat lawan-lawan  yang tangguh, setara dan tidak bisa dipandang sebelah mata.

Rivalitas politik Pilkada serentak di Mimika 2018 mendatang ibarat pertarungan tinju antara Mike Tyson dan lawan-lawannya. Karena kabar yang beredar ditengah masyarakat menyebutkan pasangan petahana Eltinus Omaleng sudah mengapling semua partai politik.

Jika itu benar! Strategi kapling partai dengan target melawan kotak kosong tidak akan terjadi. Realitanya, tiga pasangan calon perseorangan sudah mendeklarasikan diri. Ketiga pasangan ini tidak mungkin berani mendeklarasikan diri kalau tidak memenuhi syarat dukungan berupa KTP.

Pesan itu mengisyaratkan sebuah kalkulasi politik yang sudah terencana secara matang.  Artinya, Petahana Eltinus Omaleng mesti hati-hati dan mampu melawan satu persatu banser dari tiga pasangan calon perseorangan yang siap mengeroyok hingga terkapar di atas ring tinju.

Pada era si leher beton Mike Tyson berjaya di atas ring tinju hanya cukup satu dua pukulan jab atau huck mengkanfaskan lawan-lawannya.

Bila disejajarkan pertarungan politik pada Pilkada Mimika Petahana Eltinus Omaleng bagai si leher beton, Mike Tyson melawan tiga pasangan calon perseorangan bisa jadi salah satu diantaranya bisa mengejawantahkan sosok Evander Holyfield.

Maka siapa sosok Evander Holyfield dari ketiga pasangan perseorangan itu yang bisa berjaya di atas ring pada hari pemungutan suara?”

Entahlah! Mungkin terlalu dini untuk mengulas satu persatu dari tiga pasangan calon perseorangan ini yang bisa mengkanvaskan Mike Tyson.

Premis diatas hanya sebuah pengandaian. Kita berharap bahwa rivalitas dalam politik harus tetap bersandar pada etika dan moral.

Muara akhir dari pertarungan politik dan perebutan kekuasan semestinya rakyat yang menang dan sejahtera. Dan jauh lebih elok, jika para calon pasangan, baik Petahana yang menggunakan jalur partai sebagai kendaraan politik dan para calon perseorangan mengumpulkan KTP sebagai modal untuk bertarung merebut kursi Mimika satu harus mampu memberi teladan, memberi pencerahan politik yang mencerdaskan masyarakat pemilih, dan semua pasangan mampu menjaga ketentraman dan menjujung tinggi etika sopan santun dalam meraih simpati rakyat. Jangan memaksa kehendak dan melanggar kaidah-kaidah yang hidup dari tatanan nilai dalam masyarakat.

Setiap pasangan calon harus bisa memberi pencerahan kepada setiap bansernya tidak boleh memusuhi banser dari pasangan yang lain. Apalagi, pasangan calon mengandalkan preman-preman dan mengedepankan tindakan kekerasan meraih kemenangan.

Kita semestinya semakin beradab dalam meraih kemenangan dan merebut kekuasaan tanpa mengorbankan orang lain dan mengerdilkan tali silaturahmi dengan sesama yang lain. Dalam pertarungan tinju biasanya hanya mereka yang bertarung di atas ring yang berdarah-darah. Penonton mendapat hiburan dan bersorak-sorai.

Tetapi, usai mereka bertarung. Mereka saling memeluk dan berciuman. Semoga kita bisa belajar dari filosofi hidup para petinju. (Fidelis S J)


Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Post a Comment