Telkomsel Diminta Angkat Kaki dari Mimika

Bagikan Bagikan

Kantor pusat layanan pelanggan Telkomsel Timika

SAPA (TIMIKA) – Apabila Telkomsel tidak mampu melayani dan mengecewakan  pelanggan dan seringkali jaringan terganggu. Sebaiknya Telkomsel mundur dan angkat kaki dari Timika kalau tidam mampu memberikan pelayanan yang maksimal.

“Bagaimana kita tidak marah. Selama dua hari berjam-jam komunikasi terhenti dan aktivitas kita terganggu sepanjang hari. Apalagi hari ini, sejak pukul 08.00 WIT sampai jam 12.OO wit kami tak bisa berkomunikasi dengan siapapun. Padahal kami ada urusan penting menyangkut urusan pribadi dan dinas sebagai anggota DPRD Mimika. Ini pelanggaran berat yang sudah dilakukan Telkomsel. Seharusnya Telkomsel  ada pertanggungjawaban. Kalau tidak mampu silahkan angkat kaki dari Mimika,”  kata anggota DPRD Mimika dari Komisi A, Theo Deikme kepada wartawan di Gedung DPRD Kabupaten Mimika, Rabu (22/11)

Telkomsel sudah kali ketiga  mengecewakan  pelanggan. “Kita kalau di Jawa beli pulsa Rp 100 ribu bisa pakai komunikasi hingga dua minggu.Tapi kalau di Timika pulsa Rp 100 ribu hanya dalam sehari pulsa sudah habis. Kami minta Telkomsel tidak hanya mencari keuntungan saja tapi pelayanan amburadul. Kalau hanya mencari untung jangan di Papua. Kami Komisi A akan memanggil pihak Telkomsel untuk mengklarifikasi terkait pelayanan yang tidak maksimal itu,” ujarnya.

Senada dengan Theo, Yohanis Wantik, anggota DPRD dari Komisi C mengaku selama dua hari ini banyak warga yang datang ke DPRD dan meminta agar memanggil dan mempertanyakan kinerja Telkomsel. Selama dua hari hampir seluruh masyarakat tidak bisa berkomunikasi dan mengakses internet.

“Pelayanan yang sudah tidak maksimal tapi tidak pernah menyampaikan permohonan maaf. Harusnya kalau ada gangguan seperti yang terjadi dua hari ini pihak Telkomsel harus mengirim sms permohonan maaf, tidak diam seperti tidak ada dosa. Ini yang kesekian kalinya Telkomsel bobrok dalam pelayanan. Ada apa dengan Telkomsel seperti kebal saja tidak bisa diganti dengan operator lain,”tegasnya.

Angota dewan lainnya , Eliezer Ohee mendesak agar pemerintah Kabupaten Mimika mengundang operator seluler lain untuk membuka akses di Mimika lebih lancar.

“Jangan terkesan pemerintah hanya mengandalkan Telkomsel. Ini seperti ada monopoli dari operator Telkomsel , biar pelayanan tidak baik tapi malas tahu dengan keadaan. Karena menganggap sebagai satu-satunya operator yang tidak bisa disaingi,” ujarnya.

Minta Maaf
Manager Branch Telkomsel Mimika, Novranda Dirzan meminta maaf sebesar-besarnya kepada seluruh pelanggan Telkomsel. "Atas nama Telkomsel selaku penyedia jasa, kami sangat meminta maaf kepada seluruh pelanggan kami yang ada di Kabupaten Mimika," ujarnya di Kantor Grapari Timika, Rabu (22/11).

Kejadian ini disebabkan beberapa gangguan jaringan yang dimiliki Telkom selaku penyedia jaringan. Telkomsel juga  berdampak langsung terhadap aktivitas kantor. Pekerjaan terpaksa dilakukan secara manual.

" Jadi kejadian ini disebabkan gangguan Catuan Power System milik Telkom, dampaknya kantor kami juga offline," katanya.

Dia mengaku tidak berdaya, karena gangguan tersebut terjadi pada hal-hal yang sangat teknis. Dan berjanji kedepan akan berkerja sama dengan pihak Telkom untuk memperkuat dan menjaga kualitas jaringan yang ada.

“Jaringan di Mimika sendiri sudah sangat baik, karena sudah tercover oleh Jaringan 4G, dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.Hanya saja semua tergantung dengan alam karena hal tersebut merupakan gangguan yg tidak direncanakan. (Tomy/Salma)


Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

2 komentar:

  1. Suruh angkat kaki saja dari Timika, Telkomsel di timika merugikan banyak orang.

    ReplyDelete
  2. Ini krn dia merasa jadi operator tunggal di Mimika , jadi bikin diri inti. Pelayanan buruk salahkan alam .... anjirrr , coba ada kompetitor dsini...pasti akan ada perlombaan pelayanan dan tarif , tidak asal paku harga seenak perut

    ReplyDelete