Tiga Anggota KKB Perkosa Mama L di Longsoran Banti

Bagikan Bagikan
korban pemerkosaan menderita sejumlah luka akibat dianiaya
SAPA (TIMIKA) -  Tiga orang diduga kuat dari Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) yang belakangan ini melakukan aksi teror penembakan areal PT Freeport Indonesia, Distrik Tembagapura, pada Senin (30/10) malam melakukan pemerkosaan terhadap seorang warga sipil di wilayah Longsoran Banti, Kampung Banti.   

Dari pengakuan korban berinisial saudari E alias Mama L, malam itu sekitar pukul 19.55 WIT datang tiga orang yang diduga kuat merupakan anggota KKB. Mereka berpura-pura belanja di kios tempat korban berjualan yang saat itu pintu kios dalam keadaan terbuka. Pelaku kemudian masuk lalu membawa paksa korban ke tempat gelap di area longsoran sekitar Kampung Banti.

“Dibawa menuju ke tempat gelap di daerah Kampung Longsoran Banti. Dengan dibawa ancaman, para pelaku melakukan perbuatan keji tersebut secara bergantian,” kata Kabid Humas Polda Papua, Kombes Pol Drs. AM Kamal, SH dalam rilisnya kepada Salam Papua, Selasa (31/10) malam.

Menurut Kamal, para pelaku juga menganiaya korban sebelum dan setelah melakukan perbuatan kejinya. Kemudian korban ditinggalkan begitu saja di semak-semak dan pelaku pergi. Saat kejadian, suami korban sedang ke luar kios tempat mereka tinggal untuk berjualan, pergi menyalakan genset untuk menerangi sejumlah kios yang ada disekitarnya.

“Setelah itu korban kemudian datang ke rumah saudaranya yang bernama K, tanpa menggunakan celana (Setengah telajang-Red). Korban memberitahukan bahwa dirinya habis diperkosa oleh kelompok bersenjata. Kemudian saudaranya memanggil suami korban untuk menyampaikan tentang peristiwa tersebut,” terang Kamal.

Atas peristiwa ini pihak kepolisian setelah mendapat laporan kemudian mengevakuasi korban untuk dibawa ke Rumah Sakit Tembagapura melakukan visum. Selanjutnya kepolisian memeriksa sejumlah saksi yang mengetahui peristiwa ini.

Polda Papua mengecam keras perbuatan asusila yang dilakukan sejumlah oknum dari KKB. “Kami mengecam perbuatan keji yang dilakukan kelompok kriminal bersenjata, karena perbuatan tersebut tidak manusiawi dan berakhlak, bahkan seakan-akan tidak beragama” tegasnya. (Red)
Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Post a Comment