Tindakan BPOM Terhadap Usaha Kosmetik Dianggap Arogan

Bagikan Bagikan


Produk kosmetik yang dimusnahkan oleh BPOM
SAPA (Timika) - Penindakan yang dilakukan dengan cara pemusnahan kosmetik sejumlah produk ternama yang dilakukan Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) Jayapura terhadap sejumlah pelaku usaha salon dan outlet kosmetik di Timika, dianggap terlalu arogan.

Salah satu pelaku usaha outlet kosmetik yang merasa dirugikan atas tindakan BPOM pada beberapa waktu lalu, mengatakan, sebelum penindakan itu dilakukan, BPOM maupun instansi terkait lainnya belum pernah memberikan peringatan ataupun sosialisasi terkait produk atau jenis kosmetik yang dilarang atau dianggap ilegal tersebut.

"Keluhan utamanya jelas, karena BPOM terlalu arogan. Kami ini belum pernah sama sekali di datangi pihak dinas ataupun BPOM, sekedar untuk memberikan peringatan atau sosialisasi. Tidak pernah ada sebelumnya. Lalu tiba-tiba BPOM untuk pertama kali periksa dan musnahkan semua barang (Sejumlah produk kosmetik-Red)," kata Eni Wahyuningsih, pemilik outlet kosmetik NHC Indostore, Kamis (30/11) malam.

Atas tindakan BPOM tersebut, pihak NHC Indostore merasa sangat dirugikan. Pasalnya, produk atau kosmetik-kosmetik yang dimusnahkan nilainya mencapai puluhan juta rupiah. Sebab modal untuk usaha kosmetik yang digeluti adalah modal pribadi.

"Kerugian kami tidak sedikit. Jika memang kami belum paham, tolong di bimbing. Jika kami tidak benar, tolong diajari. Jangan kami dibunuh begitu saja. Produk saya original (asli), dan masih dibilang ilegal, saya saja masih bingung," terangnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Mimika, Philipus Kehek, untuk sementara belum bisa memberikan keterangannya terkait masalah ini. Upaya konfirmasi kepada yang bersangkutan dilakukan Salam Papua Kamis malam, via telepon.

Sebelumnya, pada Selasa 28 November, tim dari BPOM Jayapura melakukan penindakan dengan mendatangi outlet NHC Indostore di Jalan Ahmad Yani, tepatnya dibelakang bengkel Surabaya Motor. Setelah sejumlah produk kosmetik diperiksa tim, kemudian produk kosmetik yang dianggap merupakan produk ilegal langsung dimusnahkan. (Red)
Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Post a Comment