Tokoh Agama Takut Masuk Tim Negosiasi KKB

Bagikan Bagikan
Kelompok bersenjata yang diduga berada di wilayah Tembagapura.
SAPA (TIMIKA) - Bupati Mimika Eltinus Omaleng mengaku kesulitan membentuk tim negosiasi untuk bertemu dengan kelompok kriminal bersenjata (KKB) karena tidak ada tokoh agama dan tokoh masyarakat yang bersedia masuk dalam tim tersebut.

"Kita bisa saja bentuk tim tetapi siapa yang berani masuk ke kelompok bersenjata di sana? Sampai sekarang saya masih bangun komunikasi dengan tokoh-tokoh masyarakat dan tokoh agama untuk mencari tokoh yang memiliki keberanian untuk bertemu langsung dengan KKB. Namun tidak ada yang berani. Pendeta juga angkat tangan, tokoh-tokoh lain juga angkat tangan," kata Bupati Eltinus, di Timika, Jumat (3/11).

Keinginan membentuk Tim Negosiasi ini sebagai tindak lanjut dari hasil pertemuan bersama pimpinan TNI-Polri, Pemerintah Provinsi Papua dan Pemkab Mimika, di Timika pada Rabu (1/11).

Sebelumnya para petinggi TNI-Polri di Timika, Pemprov Papua dan Pemkab Mimika bersepakat memilih jalur negosiasi dengan (KKB demi mengedepankan aspek humanis dan komprehensif dan untuk menciptakan situasi yang lebih kondusif di area Tembagapura akibat aksi teror bersenjata sejak Sabtu (21/10) lalu.

Sebagai 'leading sector', Pemkab Mimika dibawah pimpinan Bupati Eltinus diminta segera membentuk tim negosiasi yang beranggotakan tokoh masyarakat, tokoh agama dan tokoh perempuan, untuk bernegosiasi dengan pihak KKB dalam jangka waktu lima hari.

Eltinus mengakui bahwa pihaknya mengalami kendala terkait pembentukan tim tersebut lantaran belum ditemukannya tokoh yang berani bertemu langsung dan berkomunikasi dengan pihak KKB di Tembagapura. Sejumlah tokoh yang dihubungi seperti para pendeta dan tokoh masyarakat menolak bergabung menjadi tim lantaran takut.

"Intinya masyarakat tidak mau terlibat dengan persoalan ini. Di sana mereka juga takut pihak bersenjata maupun di sini," kata Eltinus.

Bupati mengisyaratkan bahwa jika tim tidak dapat dibentuk maka TNI-Polri silahkan mengambil langkah selanjutnya. Namun hal itu bukan kewenangan pemerintah.

Kendati demikian, Eltinus mengatakan jika terjadi hal yang buruk maka pihaknya akan melindungi KKB yang menurutnya juga merupakan masyarakatnya.

Eltinus juga mengatakan salah satu keinginan KKB adalah apa yang menjadi keinginan mereka diekspos media masa, dan pihak KKB dapat menyanggupi untuk bertemu dengan wartawan.

"Sebelumnya saya sudah berkomunikasi dengan mereka, dan memang mengizinkan saya dan wartawan yang bertemu dengan mereka," ujarnya.

Namun Eltinus juga belum dapat memastikan apakah pihak KKB tersebut masih menginginkan dan mengizinkan ia dan awak media untuk bertemu langsung atau tidak.

Pasalnya KKB yang ada di area Tembagapura saat ini bukan saja berasal dari satu kelompok saja, namun tergabung dari beberapa kelompok yang ada di beberapa wilayah pegunungan tengah.

"Kalau Amungme sendiri di sini ya bisa bicara tapi ini kelompok dari mana-mana masuk jadi susah untuk komunikasi dengan mereka," ujarnya. (Red/Ant)

Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Post a Comment