Tokoh Lintas Agama Sepakat Tolak Radikalisme

Bagikan Bagikan
Dialog lintas agama di Asmat.
SAPA (ASMAT) – Para tokoh lintas agama yang bernaung dibawah payung Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Asmat bersepakat menolak warga yang menyelusup masuk dan menetap di Kabupaten Asmat membawa faham radikalisme di Kabupaten Asmat.
Kesepakatan itu tercapai dalam dialog lintas agama yang digelar Kesbangpol Kabupaten Asmat bekerja sama FKUB Kabupaten Asmat dan Kantor Kementrian Agama Kabupaten Asmat yang diselenggarakan di Aula Kesbangpol, Kabupaten Asmat, Kamis (2/11).

Sekretaris Kesbangpol, Ir. Maximilian Apituley yang mewakili Pemerintah Daerah (Pemda) Asmat dan Kepala Kesbangpol Kabupaten Asmat mengawali dan menutup dialog itu menegaskan, dialog lintas agama itu bertujuan memupuk, merawat dan memelihara kerukunan dan tolerasi agama yang sudah terjalin rapih di Kabupaten Asmat diantara umat beragama. Sehingga, semua tokoh agama, adat, tokoh perempuan dan pemuda bersama-sama menjaga toleransi kehidupan beragama di Kabupaten Asmat. Dan kejadian seperti di belahan lain di Indonesia yang rentan terhadap paham  radikalisme tidak terjadi di Kabupaten Asmat serta para tokoh agama bersepakat mengantisipasi bersama hal tersebut.

“Saya sangat berterima kasih kehadiran para tokoh agama dalam dialog ini dan berterima kasih atas komitmen untuk menolak kelompok-kelompok yang menyelusup masuk di Kabupaten Asmat membawa faham yang mengusik keharmonisan dan toleransi yang terawat baik selama ini di Asmat. Saya sudah mendengar seluruh isi dan komentar yang disampaikan semua para tokoh lintas agama siang ini, terima kasih banyak atas komitmennya. Kita harus mampu menjaga dan memupuk komitmen itu,” katanya.

Dari pantauan media ini dalam dialog itu, setelah diawali dan dibuka Sekretaris Kesbangpol dilanjutkan Wakil Ketua FKUB, Pdt. Soternus Coakces, S.Th didampingi Sekretaris FKUB, Ustad Nurcholis dan pengurus FKUB, Pastor Inocensius Retobjaan, Pr memandu jalannya dialog itu.

Tampak dalam dialog yang terbuka dan menyampaikan uneg-uneg masing-masing lintas agama berjalan lancar dan poenuh keakraban. Mereka juga membahas dan menyepakati mendirikan rumah ibadah harus mendapat rekomendasi dari Pemda Amat dan didukung rekomendasi dari FKUB. Setiap persoalan dan kerikil-kerikil yang terjadi antar umat beragama, FKUB segera turun dan menggelar dialog antar umat beragam menyelesaikan setiap persoalan yang terjadi di kalangan umat beragama.
Hadir dalam dialog itu para Pastor, Pendeta, para ustad, imam dan tokoh adat masyarakat Asmat, tokoh perempuan dan pemuda. (Fidel)
Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Post a Comment