Wartawan Timika Demo Tuntut Penganiaya Saldi Diusut Tuntas

Bagikan Bagikan



Wartawan Timika menggelar aksi demo damai
SAPA (TIMIKA) – Wartawan Timika yang tergabung didalam Ikatan Wartawan Online (IWO) Timika, Pewarta Foto Indonesia (PFI) Timika menggelar aksi demo damai didepan kantor Sentra Pelayanan Polres Mimika di jalan Cendrawasih, Senin (13/11) sekira pukul 09.00 Wit.

Dalam aksi tersebut, wartawan meminta kepada Kapolres Mimika AKBP Victor Dean Mackbon untuk mengusut tuntas tindak pidana penganiayaan yang dilakukan beberapa oknum anggota Polres Mimika terhadap Saldi Hermanto, yang juga wartawan Salam Papua dan Okezone.

Seorang wartawan Marsel Balawanga dalam orasinya mengatakan, wartawan Timika mengecam tindakan yang dilakukan oleh beberapa oknum anggota Polres Mimika, personil Sat Pol PP, serta satu anggota Brimob BKO Polres Mimika, karena melakukan tindak kriminal penganiayaan terhadap Saldi Hermanto akibat dari postingannya di Medsos.

“Kami mengecam tindakan kriminal penganiayaan terhadap rekan kami,” kata Marsel saat berorasi di depan Kantor Sentra Pelayanan Polres Mimika, Senin (13/11).

Menurutnya, apabila yang bersangkutan salah karena telah memposting kata-kata yang menyinggung pihak keamanan, ia bisa dipanggil dan ditanyai, bila perlu diproses secara hukum. Namun yang dilakukan oleh oknum polisi  dengan menjemput Saldi di depan Lantas Polres Mimika, merupakan tindakan yang tidak sesuai prosedur.

“Cara tangkapnya salah, dan dibawa ke Pos terpadu baru dianiaya, ini sudah tidak sesuai prosedur,” kata Marsel.

Sementara itu salah satu wartawan senior Husyen Abdillah alias Opa dalam orasinya mengatakan, wartawan Timika meminta kepada Kapolres Mimika untuk menindak tegas anak buahnya yang terlibat kejadian tersebut. Ia juga mengungkapkan apabila Saldi terbukti bersalah atas postingan di Medsos yang membuat polisi tersinggung, bisa saja dilakukan proses hukum terkait UU ITE.

“Kami minta Kapolres untuk tindak tegas anak buahnya yang terlibat dalam kejadian itu,” kata Husyen.
Dikesempatan yang sama Ronald Renwarin mantan wartawan Timex dalam orasinya mengungkapkan sebagai seorang ayah pastinya tidak terima dengan kejadian tersebut yang membuat anaknya terjatuh dan terinjak oleh orang lain pada saat terjadi keributan, sehingga terpancing emosi dan memposting status di akun Medsosnya.

Menanggapi orasi wartawan yang berdemo di halaman sentra pelayanan Polres Mimika, Kapolres Mimika AKBP Victor Dean Mackbon mengatakan, sebanyak 9 dari 13 personil kepolisian yang ditahan, telah diperiksa oleh penyidik. Kapolres mengatakan, terkait kasus penganiayaan ini akan dilakukan dua proses, yakni kode etik dan pidana umum.

“Jadi terkait dengan kasus yang dilakukan oleh anggota kami, kita akan proses secara hukum dan secara internal akan kita lakukan kode etik,” kata Kapolres usai wartawan berorasi di depan halaman sentra pelayanan Polres Mimika, Senin (13/11).

Ia mengakui, perbuatannya penganiayaan yang dilakukan oleh anak buahnya dan meminta maaf atas kejadian tersebut.

Sementara itu terkait dengan berapa jumlah personil Dalmas yang terlibat, Kapolres mengatakan belum bisa memastikan. Saat ini sedang dilakukan proses penyelidikan agar bisa memastikan siapa yang bertanggung jawab atas kejadian tersebut.

“Secara pribadi dan organisasi saya meminta maaf atas kejadian yang dilakukan oleh anggota kami. Sementara ini ada 9 personil yang ditahan dan ada 13 personil yang diperiksa untuk kita bisa menentukan siapa yang bertanggung jawab terhadap kejadian itu,” katanya. (Ricky Lodar).



Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Post a Comment