2018 BLH Permantap Persiapan Go Adipura dan PON 2020

Bagikan Bagikan
SAPA (TIMIKA)Kepala Balai Lingkungan Hidup (BLH) Kabupaten Mimika Limi Mokodompit mengatakan pihaknya akan mempermantap persiapan Mimika Go Adipura sekaligus persiapan menuju Pekan Olahraga Nasional (PON) ke XX tahun 2020.  Untuk itu, sejak pertengahan 2017 hingga kini BLH bersama Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) lingkup Pemkab Mimika serta instansi mitra lainnya sedang dalam tahap perancangan. 
Limi Mokodompit, Kepala Balai Lingkungan Hidup Kabupaten Mimika
"Menuju Adipura ini merupakan salah satu syarat menuju PON 2020. Sedangkan persiapan untuk PON 2020 itu sendiri sudah sangat singkat. Itu berarti selama dua tahun sebelum 2020, sangat banyak yang harus dibenahi. Contohnya untuk persampahan, kita harus benahi TPA, ruang hijau terbuka, kemudian infrastruktur harus dibenahi. Intinya sampai saat ini Pemkab sedang merancang itu semua," kata Limi saat ditemui di Cendrawasih Hotel dan Restoran 66, Kamis (7/12).

Terkait piala adipura menurut dia, masuk tahun 2018 minimal harus memperoleh sertifikat adipura. Selanjutnya 2019 harus bisa meraih piala adipura. Dengan demikian di tahun 2020, pembenahan penataan kota Timika bisa diakui sebagai kota layak memegang piala adipura tersebut.

Ia menjelaskan, persoalan peraihan adipura merupakan salah satu dorongan untuk terus meningkatkan semangat suatu daerah atau kota dalam memperindah, memperindang serta merapikan penataan dalam wilayah masing-masing. Sehingga menjadikan suatu kota dalam wilayah daerah tidak harus dikarenakan untuk meraih piala adipura, namun merupakan kewajiban sebagai suatu daerah kabupaten sebagai ibu kota.

"Saat ini pembenahan infrastruktur dalam dan luar wilayah Kota Timika sedang dalam proses penyelesaian. Itu berarti secara beriringan pembenahan kebersihan dan penataan kota pasti akan berjalan hingga 2020," katanya.

Diakuinya, yang telah dan sedang dirancang BLH saat ini merupakan  bagian-bagian terpenting dalam menunjang upaya menuju Adipura dan PON 2020, seperti, usaha pemantapan peraturan bagi masyarakat dalam menempatkan sampah di setiap wilayah. Selain itu, upaya pengelolahan sampah, pengkajian ruang-ruang yang harus dihijaukan, penataan tempat usaha di setiap jalur perlintasan dalam kota serta hal lain yang mendukung terciptanya Mimika yang bersih, indah dan sejuk.

"Kami fokuskan ke hal-hal yang menjadi standar ukur menuju piala Adipura dan PON 2020. Mulai dari pembentukan bank sampah, penertiban pembuangan sampah, kewajiban penghijauan dan kebersihan lingkungan termasuk penertiban tempat usaha dan pedagang kaki lima (PKL)," ungkapnya.

Sedangkan terkait dengan Mimika sebagai kota tambang, menurut dia, keberadaan tambang juga menjadikan salah satu daya penarik khusus untuk bisa menambah poin sebagai kota dengan taraf Adipura. Ia mengakui, di negara lain keberadaan tambang juga menjadikan sebagai obyek khusus bagi wisatawan luar dan menjadikan tambahan deretan sumber pemasukan.

Keberadaan tambang diakuinya, tidak menjadi masalah untuk meraih Adipura selama keberadaan tambang tersebut telah dilengkapi dengan izin lingkungan serta prinsip-prinsip ramah lingkungan.

"Sebetulnya lebih bagus dengan adanya tambang karena menjadi salah satu poin khusus dalam wilayah sebagai daerah peraih Adipura. Mimika ini masih  tergolong sebagai daerah yang dalam proses pembangunan, sehingga perlu pembenahan secara berlahan," jelasnya. (Acik)
Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Post a Comment