41 Peserta Panwas Distrik Dinyatakan Gugur

Bagikan Bagikan


Tes tertulis calon Pengawas Pemilu Kab. Mimika
SAPA (TIMIKA) -  Sebanyaki 265 peserta calon Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) distrik mengikuti tes tertulis yang diselanggarakan oleh Panwaslu Kabupaten. Penyelenggaran tes tertulis ini dilaksanakan di SD Tiga Raja Jalan Yos Sudarso Sabtu, (2/12).

Komisioner Panwaslu Divisi Sumber Daya Manusia (SDM) dan Organisasi sekaligus Ketua Pokja Panitia Pemilihan Distrik (Panelis) Toni Lehander Agapa S.IP kepada wartawan di Sekretariat Panwaslu di jalan Kihajar Dewantara Sabtu (2/12) mengatakan, dari 306 peserta yang lolos tahap administrasi, hanya 265 yang mengikuti tes tertulis dan 41 peserta yang tidak mengikuti tes tertulis.

"Dari 306 yang mendaftar, yang ikut 265 peserta saja, jadi ada 41 yang tidak ikut. Ketidakhadiran mereka itu, panwas tidak akan memberikan toleransi. Sehingga yang ikut tes tertulis itu nantinya yang berhak ikut ke tahap tes wawancara,  apabila dinyatakan lolos di tes tertulis. Mereka yang tidak ikut tes dinyatakan gugur,” katanya.

Dia menjelaskan, Panwaslu Kabupaten Mimika akan merekrut 6 orang Panwas distrik. 3 orang diantaranya akan menjalankan tugas sebagai panwas di distrik sedangkan 3 orang lagi sebagai daftar tunggu. Daftar tunggu ini dibuat untuk mengantisipasi  apabila 3 orang Panwas distrik mengundurkan diri atau diberhentikan.

“6 orang yang terpilih, 3 orang nantinya akan menduduki daftar tunggu. Panwaslu Kabupaten akan mengantisipasi kemungkinan yang terjadi terhadap 3 orang yang ditetapkan sebagai Panwas distrik nantinya,” jelasnya.

Sebelum tes tertulis dimulai, diawali dengan pembukaan paket soal yang seluruhnya berasal dari Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Provinsi Papua. Pembukaan soal ini sendiri disaksikan oleh seluruh peserta tes tertulis yang mewakili setiap distrik.

Tim Asistensi Bawaslu Provinsi Papua Yohanes Kia Masan, SH  mengatakan, tes tertulis ini merupakan salah satu tahapan perekrutan Panwas distrik Kabupaten Mimika, yang nantinya akan dilanjutkan dengan tes wawancara.

Ia mengharapkan tes tertulis ini adalah usaha masing-masing peserta sehingga tidak ada saling bantu dalam tes. Untuk menghindari kecurangan dalam tes ini, semua tas dan telepon genggam milik peserta diletakan di depan meja.

“Dalam tes tertulis ini, Panwaslu akan memberi warna lain dengan meningkatkan profesionalisme dalam menjaring calon peserta Panwas distrik,” tuturnya.

Yohanes menambahkan, soal yang berasal dari Bawaslu Provinsi dikirim sesuai dengan permintaan dari Panwaslu Kabupaten Mimika.  Banyak soal yang dikirim sebanyak 310 lembar soal dan 310 lembar jawaban serta 1 lembar kunci jawaban.

 “Soal yang dikirim sesuai dengan permintaan. Untuk menghindari kekurangan soal, Bawaslu hanya melebihkan 5 lembar soal cadangan,” ujarnya.

Ia mengakui, dirinya datang ke Timika hanya untuk menghantarkan soal. Terkait penilaian dan penetapan peserta yang lolos adalah kewenangan dari tim pokja seleksi Panwas distrik Kabupaten Mimika.

“Penilaian itu merupakan ranah dari tim Pokja Kabupaten. Tim Asistensi hanya mengantarkan soal saja,” ujarnya (Tomy)

Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Post a Comment