Anggota PPD & PPS Protes Pembayaran Honor

Bagikan Bagikan
Anggota PPD dan PPS mendatangi Kantor KPU Mimika
SAPA (TIMIKA) - Anggota Panitia Pemilihan Distrik (PPD) dan Panitia Pemungutan Suara (PPS) di Kabupaten Mimika melakukan protes terkait honor yang mereka terima. Aksi protes ini dilakukan ke Kantor KPU Mimika, Sabtu (23/12).

Terkait hal ini, Ketua KPU Mimika, Theodora Ocepina Magal mengatakan benar bahwa ratusan anggota PPD dan PPS melakukan protes terkait honor yang mereka terima yang dianggap terlalu rendah. Oleh karena itu, sebagian anggota PPD dan PPS tidak menerima jumlah honor tersebut.

"Mereka ini protes terkait dengan honor yang kurang, sehingga sebagian ada yang tidak terima dan melakukan protes," katanya.

Ocepina mengaku pihaknya tidak mengurangi atau memotong honor untuk PPD maupun PPS. Kata dia, honor PPD dan PPS yang diberikan sudah sesuai standar dari Provinsi Papua.

Dijelaskan juga, anggaran untuk honor PPD dan PPS berasal dari anggaran pemilihan gubernur (Pilgub) yang bersumber dari dana hibah nasional yang diberikan kepada provinsi.

"Kami ini tidak memotong ataupun mengurangi, itu hak mereka. Tetapi, ini memang standar untuk Papua, karena ini masuk dalam anggaran Pilgub atau dana hibah yang diberikan kepada provinsi," jelasnya.

Oleh sebab itu, protes soal honor oleh PPD dan PPS pihaknya tidak dapat melakukan tindakan apapun, karena honor yang diberikan dianggap sudah sesuai standar dari provinsi.

KPU sendiri sudah memberikan penjelasan terkait hal ini, bahkan ada sebagian yang sudah mengerti namun ada beberapa oknum yang sulit menerima penjelasan KPU karena saat melakukan protes ada beberapa oknum dalam pengaruh minuman keras.

Pembayaran honor PPD dan PPS dilakukan setiap bulan, dan diakui sempat terjadi keterlambatan. Hal itulah yang mungkin menurut Ocepina, menjadi penyebab sehingga terjadinya protes oleh anggota PPD dan PPS.

Selanjutnya, untuk menanggulangi agar tidak terjadi keributan soal honor PPD dan PPS, ia mengatakan, pihaknya akan berkerja lebih keras lagi sehingga semua tahapan bisa maksimal.

"Kita akan kerja secara maksimal sehingga nantinya tidak terjadi keributan lagi. Karena beberapa kali mereka datang, kami belum bisa berikan dan sudah mendekati natal," katanya.

Pantauan Salam Papua di Kantor KPU Mimika pada Sabtu malam, sejumlah anggota PPD dan PPS mengeluh terkait besaran honor yang diperoleh. Salah satu anggota PPD yang tidak mau disebutkan namanya mengatakan, besar honor yang didapat anggota PPD dan PPS sebesar Rp600 ribu per bulannya. Untuk mengambil honor tersebut, anggota PPD dan PPS harus menunggu mulai dari pagi hari hingga malam hari. Menurut mereka, hal itulah yang juga menjadi salah satu penyebab sehingga anggota PPD dan PPS melakuan protes.

Bahkan hal ini diperparah adanya oknum anggota PPD dan PPS yang datang ke Kantor KPU dalam keadaan dipengaruhi minuman keras beralkohol, sehingga sempat menimbulkan sedikit kesalahpahaman. (Tomy)
Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Post a Comment