Antisipasi Lonjakan Penumpang Arus Mudik Natal dan Tahun Baru PELNI Siapkan Empat Kapal Penumpang

Bagikan Bagikan
Priyadi, Kepala Operasi Pelni Cabang Mimika

SAPA (TIMIKA) – PT. Pelni Cabang Timika, menyiapkan empat kapal penumpang untuk mengantisipasi terjadinya lonjakan penumpang pada arus mudik hari raya Natal dan Tahun Baru.

Kepala operasi PT Pelni Cabang Timika Priyadi mengatakan, empat kapal yang disediakan untuk mengangkut penumpang yang hendak liburan Natal maupun Tahun Baru diantaranya KM Tatamailau, KM Sirimau, KM Leuser, ditambah satu kapal perintis Sabuk Nusantara 60.

Beberapa rute yang cukup padat penumpang diantaranya Timika - Ambon, Timika - Dobo-Tual, Timika ke Nusa Tenggara Timur serta rute Timika - Fakfak sampai ke Bitung - Sulawesi Utara. 
Untuk diketahui bahwa Rute KM Tatamailau yakni Timika-Agats-Merauke-Tual- Kaimana, Fakfak, Sorong, Bacan,Tidore, Bitung. KM Sirimau Timika-Agat, Merauke, Dobo, Tual, Saumlaki, Kalabahi, Kupang, Lewoleba, Maumere, Baubau, Wanci, Ambon, Sorong, Manokwari, Nabire. 
Sementara  KM Leuser Timika Agats-Merauke, Dobo, Tual, Larat, Saumlaki, Banda, Ambon, Namrole, Wanci, Baubau, Makasar, Labuanbajo, Bima, Benoa, Surabaya.

Dan KM Sabuk Nusantara 60 hanya mengangkut penumpang dari  Timika-Dobo-Kaimana, Fakfak, Kesui,  Gorom, Geser, Bula, Yellu dan Sorong.

Dia menghimbau kepada pata calon penumpang yang hendak berlibur untuk bisa membeli tiket dari jauh-jauh hari karena persedian tiket penumpang hanya 1300-1400 seat untuk setiap pemberangkatan kapal pelni. 

"Sekarang ini kita tidak bisa lagi memberangkatkan penumpang lebih dari jumlah tiket yang ada guna mengantisipasi kecelakaan laut. Sehingga apabila masyarakat yang hendak berlibur maka harus membeli tiket dari sekarang. Dan kalau tidak mendapatkan tiket maka bisa menunggu gikiran berikut," ujarnya. 

Supriyadi juga berharap agar penumpang yang hendak berlibur Natal maupun Tahun Baru khususnya daerah sepatan Papua  juga dapat menggunakan kapal perintis Sabuk Nusantara 60.
"Kita berharap para penumpang yang hendak berlibur natal dan Tahun baru mereka harus menyesuaikan jadwal pelayaran tiga kapal Pelni dan satu Kapal Perintis.," ujarnya. 

Dikatakan bahwa semua kapal penumpang tidak lagi mempunyai kelas 1, 2 atau kelas 3, semuanya dijadikan kelas ekonomi. Karena selama ini lebih banyak yang naik kapal adalah mmasyarakat yang kelas menengah kebawah sedangkan kelas menengah ke atas kebanyakan menggunkan pesawat.  


"Jadi semuanya sudah bisa menginap didalam tidak lagi di lorong atau jalan sebab kelas ekonomi sudah ditiadakan semua ini dilakukan untuk kenyamanan penumpang diatas kapal saat berpergian," ujarnya. (Albin) 
Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Post a Comment