Berkas Dinyatakan Tidak Lengkap Kantor KPUD Dipalang

Bagikan Bagikan
SAPA (TIMIKA) - Tidak terima berkas dukungan dinyatakan tidak lengkap, Frangky Kambu bersama tim melakukan pemalangan Kantor KPUD Mimika di Jalan Yos Sudarso, Selasa (5/12). Pemalangan dilakukan dengan mengembok gerbang masuk dan memasang spanduk yang bertuliskan tuntutan.  
KPUD Mimika dipalang
Frangky Kambu dalam orasinya menyebutkan empat poin tuntutan, pertama, meminta Kapolres Mimika menangkap Komisioner KPUD Divisi Teknis, Derek Mote atas tuduhan penipuan sehingga membuat bakal calon (Balon) Bupati dan wakil Bupati yang maju melalui jalur perseorangan lainnya tidak menerima keputusan yang dikeluarkan oleh KPUD.

Kedua, Frangky Kambu bersama tim akan menduduki kantor KPUD mulai tanggal 5 Desember 2017 hingga 6 Februari 2018, atau sampai Komisioner KPUD memberikan Daftar Pemilih Tetap (DPT) Pemilihan Presiden (Pilpres) tahun 2014. Selanjutnya, DPT itu diberikan kepada seluruh pasangan calon perseorangan sesuai keputusan KPUD Mimika No.05/Kpts/KPU/Kab 031.434172/2017 yang didalam isinya menetapkan jumlah minimal dukungan sebanyak 22.273.

“Tuntutan ketiga, KPUD harus memberikan softcopy data dukungan perseorangan dari 9 pasangan calon yang telah diserahkan, diberikan keseluruhanya kepada masing-masing balon sebelum dilakukan verifikasi.,” kata Franky Kambu saat melakukan orasi.

Tuntutan keempat, ia menilai data penduduk Kabupaten Mimika yang menjadi dasar hukum sangatlah kacau, dan mengakibatkan jumlah DPT tidak jelas. Hal ini menurutnya sangat berpotensi merugikan balon lain.

Frangky juga mengungkapkan kronologis mengapa hingga dirinya gagal atau berkas dinyatakan tidak lengkap. Menurut dia, diakibatkan adanya pernyataan Komisioner KPUD, Derek Mote, yang menyampaikan bahwa proses akan dilaksanakan sampai dengan tanggal 3 Desember. Akan tetapi ketika ditemui pada tanggal 3 Desember, Derek Mote malah mengatakan bahwa pendaftaran telah tutup pada tanggal 29 November. Hal inilah yang membuat Frangky Kambu bersama tim melakukan pemalangan Kantor KPUD.

Tidak hanya Franky Kambu bersama tim yang mendatangi kantor KPUD karena dinynatakan gagal dalam pemenuhan persyaratan. Karolus Tsunme mantan Ketua KPUD Mimika yang ikut dalam proses ini juga mengatakan, seharusnya para balon diberikan waktu untuk perbaikan, atau KPUD membuat sebuah berita acara perbaikan. Apabila dalam jangka waktu tersebut pihak balon tidak memperbaiki data, barulah dinyatakan tidak lolos dalam pemberkasan.

“Seharusnya KPU Kabupaten Mimika ini memberikan tenggat waktu perbaikan kepada para balon. Setelah waktu perbaikan terlewat dan syarat balon tidak lengkap, barulah dinyatakan tidak lolos. Bukan seperti ini yang langsung dinyatakan gagal. Tahapan ini saya rasa salah,” tegas Karolus.

Sementara itu Komisioner KPUD Mimika, Divisi Teknis, Derek Mote saat ditemui usai pelantikan PPD dan PPS di Gedung Multi Purpose and Community Centre (MPCC) mengatakan, syarat pasangan calon (Paslon) perseorangan sudah dilaksanakan sesuai dengan tahapan yang ada. Dalam tahapan penyerahan berkas dukungan yang digelar sejak tanggal 25 hingga 29 November 2017, menurutnya pihak dari Frangky Kambu belum memasukan input data dalam silon, termasuk B1 KWK kolektif untuk syarat kepada KPUD sampai dengan batas waktu yang sudah ditentukan.

“Untuk paslon perseorangan ini sudah kami lakukan sesuai prosedur yang ada. Dimulai dari bimtek silon, tim Frangky hanya mendapatkan password dan juga user name saja. Tetapi mulai dari tahapan pengumpulan data persyaratan dukungan yang kami buka tanggal 25 sampai 29 November, tidak ada satu pun data persyaratan terekam dalam silon, begitu pula dengan syarat B1 KWK kolektif, juga belum masuk ke KPU,” katanya.

Ia menambahkan, yang menolak para balon bukanlah KPUD Mimika, melainkan persyaratan yang diserahkan tidak memenuhi syarat. Sehingga sistem silon menolak, karena sampai dengan batas waktunya data tidak juga dilengkapi.

“Bukan kami yang menolak balon, tetapi memang sistem yang menolak karena waktu sudah habis, sehingga otomatis ditutup pada 29 November 2017 pukul 24.00 WIT,” terangnya. (Tomy)
Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Post a Comment