Distako Majukan Waktu Mengangkut Sampah

Bagikan Bagikan
Petrus Lawa Koten, Kepala Distako Mimika

SAPA (TIMIKA) – Mengantisipasi terjadinya lonjakan sampah rumah tangga menjelang hingga puncak perayaan natal 25 Desember mendatang, Dinas Tata Kota (Distako) Kabupaten Mimika memajukan jam pengoperasian petugas pengangkut sampah.

“Karena biasanya jelang perayaan besar itu sudah pasti ada lonjakan sampah, khusus sampah rumah tangga. Nanti waktu angkat sampah itu akan dipercepat. Para petugas harus sudah ada di tempat biasa jam 5 subuh, sehingga 5.30 itu disebarkan ke masing-masing jalur dan mengangkut sampah ke TPA,” kata Kepala Distako, Petrus Lawa Koten di Kantor Pusat Pemerintahan, Kampung Karang Senang- SP 3, Senin (4/12).

Petrus mengakui semangat petugas pengangkut sampah harus terus ditingkatkan menjelang perayaan natal hingga pada puncaknya. Karena, ketika masyarakat mulai libur maka secara otomatis lonjakan produksi sampah rumah tangga semakin meningkat.

Antisipasi ini juga menurut dia, dilakukan dengan pembenahan terhadap petugas atau tenaga pengangkut sampah. Jika ada petugas yang merayakan ibadah, akan di upayakan mencari tenaga pengganti agar jumlah personel pengangkut sampah tidak kekurangan.

“Saat perayaan natal dan perayaan hari besar lainnya, jika susasana kota dalam keadaan kotor pasti Distako yang akan disorot. Kami sangat optimis jika ada petugas yang berhalangan saat hari raya, maka harus ada yang ganti,” tuturnya.

Saat ini, kata Petrus, jumlah tenaga atau petugas pengangkut sampah di Mimika berjumlah kurang lebih 100an orang, dengan rincian jumlah pengangkut sampah sebanyak 96 orang, sopir kendaraan tiga roda sebanyak 3 orang, sopir truk sebanyak 12 orang dan motor 10 orang.

“Kami belum bisa memastikan adanya  penambahan armada pengangkut sampah. Tapi yang jelas dengan tenaga dan armada pengangkut untuk saat ini, sudah memadai,” ujarnya.

Terkait target untuk meraih Adipura, ia mengatakan bahwa dalam melakukan penataan dan pembersihan wilayah kota, tidak harus karena akan diadakan lomba peraihan Adipura. Namun, yang paling penting menurut dia adalah tanggungjawab dalam menjalankan tugas sebagai petugas kebersihan kota.


“Raih Adipura itu impian juga, tapi harus perlu dimulai dari dalam diri setiap masyarakat dan semangat petugas kebersihan. Karena itu semua bisa diraih jika ada kerjasama yang baik. Itu juga sebagai mimpi untuk kita terus berpacu, namun kalau tidak tercapai berarti kita harus terus berbenah diri,” katanya. (Acik)
Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Post a Comment