Dua Longboat Hilang Kontak Tim Gabungan Lakukan Pencarian

Bagikan Bagikan
Surat Laporan

SAPA (TIMIKA) – Humas Kantor Pencarian dan Pertolongan Timika menyampaikan bahwa tim gabungan yang terdiri dari TNI-AL, Polair Polres Mimika serta Tim Pencarian dan Pertolongan telah merespon laporan warga terkait dua unit longboat yang hilang kontak sejak 30 November lalu saat bertolak dari pelabuhan Poumako dengan tujuan Agimuga, Distrik Mimika Timur jauh.

“Ada dua longboat di laporkan pak Nurdin (warga) karena hilang kontak. Mereka berangkat ke Agimuga tanggal 30 November minggu kemarin dan sampai sekarang ini dan kita baru dapat informasi ini,” kata Muhammad saat dikonfirmasi Salam Papua via telepon, Selasa (5/12).

Sebelumnya, diperoleh informasi bahwa kedua longboat tersebut membawa penumpang sebanyak tujuh orang, diantaranya Dora (40), Hasan (60), Pere (25), Andika (20), Angki (20), Hamid (20) dan Salmon (17).

Tim gabungan telah menyiapkan peralatan dan bertolak ke lokasi titik koordinat terakhir hilang kontak kedua longboat, dan membuat posko di dekat titik pencarian. Namun, sejauh ini belum didapat konfirmasi secara resmi berapa jumlah personel yang akan diturunkan dalam proses pencarian korban.

“Untuk tim pencarian, itu gabungan. Ada dari TNI-AL, Polair dan Organisasi Radio dan Tim Rescue. Untuk jumlahnya kami belum bisa pastikan, karena masih menunggu konfirmasi dari Lanal dan Polair,” terang Muhammad.

Peralatan yang digunakan dalam proses pencarian, kata Muhammad, secara keseluruhan belum bisa dipastikan karena ada personil dari TNI dan Polri. Namun untuk peralatan yang di gunakan oleh tim Pencarian dan Pertolongan akan menggunakan dua perahu karet serta kapal pencari KN 217 yang memiliki panjang 36 meter.

“Digunakan KN 217 yang panjangnya 36 meter dan dua perahu karet mesin 20 PK. Sore ini (kemarin-Red) kami akan bertolak ke lokasi hilang kontak dan rencana akan buat posko disana,” ujarnya.

Terkait adanya seorang penumpang bernama Pere yang namanya sama dengan istri Bupati Mimika Eltinus Omaleng, belum diketahui secara pasti apakah benar itu istri bupati atau bukan. Sebab, hingga kemarin belum ada laporan yang masuk terkait orang hilang.


“Kami juga belum bisa pastikan orang-orang siapa yang berada dalam longbot itu, kami juga tidak tahu nama Pere apakah istri pejabat atau dari organisasi mana,” jelasnya. (Ricky Lodar)
Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Post a Comment