Dua Warga Myanmar Diproses Hukum

Bagikan Bagikan
Dua warga Myanmar ditangkap TNI di lokasi pendulangan

SAPA (TIMIKA) - Kantor Imigrasi Kelas II Tembagapura dalam Press rilis terkait pelaksanaan penyidikan terhadap dua Warga Negara Myanmar yang ditangkap oleh pihak TNI pada  April lalu dilokasi pendulangan tradisional diproses secara hukum.  Karena kedua warga negara Myanmar itu tidak memiliki dokumen perjalanan dan ijin tinggal di Timika, Senin (4/12).

Turut hadir dalam Press rilis tersebut, Kepala Kantor Imigrasi Kelas II Tembagapura Jesaja Samuel Enock, Amd.im, S.H, Kasi Wasdakim Wisnu Galih, Kasi Informasi Moch. Dede Sulaiman, Kasi Lalintuskim Masagus Muhamad Ivan, Kasubsi Pengawasan Keimigrasian Samsul, beserta dua WNA Shu Mo Ouw alias Shu dan Mhu Yant Hu alias Yanto.

Kepala Kantor Imigrasi kelas II Tembagapura Jesaja Samuel Enock, Amd.im, S.H, mengakui kejadian itu setelah mendapat informasi dari pihak TNI. Pihak TINI menyampaikan ke pihak Imigrasi bahwa ada dua WNA yang ditangkap di lokasi pendulangan tradisional oleh pihak TNI pada bulan April 2017 lalu dan dihantar ke Kantor Imigrasi Kelas Il Tembagapura. Dan kedua WNA tersebut telah diserahkan kepada pihak Polres Mimika untuk berkoordinasi dengan pihak Keimigrasian.

Dua WNA ini mereka ditangkap oleh pihak TNI di lokasi pendulangan tradisional,” kata Jesaja Samuel Enock dalam pres rilis di ruang rapat kantor Imigrasi kelas II Tembagapura di jalan C Heatubun, Senin (4/12).

Enock menjelaskan, Polres Mimika melimpahkan proses hukum kedua WNA tersebut kepada pihak Imigrasi melalui Seksi Pengawasan dan Penindakan Keimigrasian (Wasdakim) untuk melakukan pemeriksaan awal terkait dengan status kewarganegaraan kedua WNA itu. Diketahui kedua WNA tersebut bernama  Shu Mo Ouw alias Shu dan Mhu Yant Hu alias Yanto berkebangsaan Myanmar. Untuk memastikan status mereka, pihak Keimigrasian Timika mengkonfirmasi asal kedua WNA tersebut kepada Kedutaan Myanmar di Jakarta.

Kami langsung konfirmasi status mereka ke Kedutaan Myanmar di Jakarta dan ternyata mereka adalah warga Myanmar,” katanya.

Lalu, pihak Imigrasi Timika melakukan gelar kasus terhadap kedua WN Myanmar setelah mendapat konfirmasi dari pihak Kedutaan Myanmar di Jakarta melalui Seksi Wasdakim yang dipimpin langsung oleh Kepala Kantor Imigrasi Kelas II Tembagapura Jesaja Samuel Enock. Dari hasil gelar kasus tersebut ditingkatkan ke penyidikan dengan menerbitkan Surat Perintah Dimulainya Penyelidikan (SPDP) pada bulan September lalu.

Setelah mengetahui status mereka, selanjutnya kami menggelar kasus, dengan menerbitkan SPDP pada bulan September lalu,” kata  Enock.

Dikatakannya, kedua WN Myanmar tersebut disangkakan pada tindak pidana Keimigrasian pasal 119 ayat (1) Jo pasal 8 UU RI. No. 6 Tahun 2011 tentang Keimigrasian dan tanggal 25 September 2017 dilakukan pemeriksaan terhadap saksi - saksi dan tersangka dan telah melimpahkan berkasnya ke pihak Kejaksaan untuk diperiksa dan berkas perkara dinyatakan lengkap dan siap untuk disidangkan pada Pengadilan Negeri (PN) Timika. “Kasusnya tinggal disidangkan setelah berkas perkaranya dinyatakan lengkap oleh Kejaksaan,” ujarnya.


Terkait hukuman kepada kedua WNA asal Myanmar itu,  Kata Enock, kedua WN Myanmar tersebut terancam penjara 5 tahun. Mereka diancam hukuman penjara 5 tahun,” katanya.  (Ricky Lodar)
Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Post a Comment