Galian C Jadi Penyebab Kerusakan Jembatan

Bagikan Bagikan
Ilustrasi photo, Galian C di SP II

SAPA (TIMIKA) - Fenomena penambangan pasir atau galian C yang kian menjadi persoalan panjang di Kabupaten Mimika ternyata menjadi salah satu penyebab utama robohnya bangunan jembatan.

Kepala Satuan Kerja (Satker) wilayah VI Timika, Provinsi Papua, Hartono ST mengungkapkan, robohnya as beberapa jembatan di jalur trans Timika - Nabire karena adanya aktivitas galian C yang melanggar aturan penambangan pasir. Menurut Hartono, berdasarkan aturan galian C seharusnya dilakukan dengan jarak sekurang-kurangnya 200 meter dari bangunan dasar jembatan. Namun yang kini terjadi, galian C dilakukan hingga ke kolong jembatan.

"Kami berharap adanya kemauan dari masyarakat untuk merawat jalan, khususnya jembatan. Karena akhir-akhir ini yang terjadi di Timika, galian C itu merusak as jembatan. Akibat dari galian C itu, sangat mengikis ke dasar sungai termasuk dasar bangunan jembatan," ungkapnya ketika diwawancarai di halaman Kantor Dinas Pekerjaan Umum (PU) Mimika, Senin (4/12).

Dia menjelaskan, Satker tidak punya wewenang dalam mengamankan aktivitas penambang pasir. Dia berharap adanya tindakan tegas dari instansi terkait dan adanya kesadaran masyarakat, sehingga aktivitas galian C bisa dilakukan berdasarkan aturan dan tidak merusak bangunan negara yang telah dibangun.

"Kita hanya berharap kesadaran dari setiap pelaku usaha penambangan saja. Begitu juga dengan instansi terkait, supaya bisa bertindak untuk mengamankan aktivitas yang sangat meresahkan ini," jelasnya. (Acik) 
Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Post a Comment