HUT TNI AU ke-72, Armada RI Ksatria Pengawal Samudera

Bagikan Bagikan

SAPA (TIMIKA) – Memperingati dirgahayu Armada TNI Angkatan Udara (AU) ke-72 tahun 2017, Armada Republik Indonesia merupakan Ksatria Pengawal Samudera dan Perekat Nusantara, TNI AU adakan upacara. Kapten Laut (P) Rohiking Dini, PJS Pelaksana Lanal Timika menjadi komandan upacara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Armada RI ke – 72 tersebut di Mako Lanal Timika, Selasa (5/11). 
HUT Armada RI 72 di Mako Lanal Timika
Kasal Laksamana TNI Ade Supandi, S.E., M.A.P. dalam sambutannya yang dibacakan oleh Kapten Laut (P) Rohiking Dini pjs Pelaksana Lanal Timika mengatakan, peringatan hari Armada RI ke 72 yang dilaksanakan setiap tahun, bukan merupakan serangkaian kegiatan seremonial semata. Namun di balik itu terdapat makna rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa karena hingga saat ini, Komando Armada RI masih dapat melaksanakan tugasnya.

“Upacara peringatan ini merupakan wujud introspeksi dan evaluasi bagi jajaran Armada RI, atas pelaksanaan tugas yang telah diemban, sehingga ke depan akan semakin baik,” katanya.

Menurut Supandi, berbagai permasalahan yang sedemikian kompleks bukanlah suatu hambatan, namun merupakan tantangan yang harus kita hadapi bersama guna mengamankan kepentingan nasional.

“Dalam lingkup nasional, kecenderungan keamanan masih diwarnai adanya isu politik, separatisme, gangguan keamanan di laut serta kejahatan lintas Negara (Trans Nasional Crime) yang dapat mengancam integritas kedaulatan NKRI, menimbulkan kerugian Negara dan mengganggu stabilitas keamanan nasioanal,” ujarnya.

Lanjut ia mengungkapkan, TNI Angkatan Laut sebagai komponen utama pertahanan Negara di laut, harus tetap membina dan mengembangkan kekuatan armada RI, andal, dan professional. Sehingga dapat menjalankan setiap tugas guna menegakkan kedaulatan Negara, mempertahankan keutuhan wilayah NKRI, serta melindungi segenap bangsa dan seluruh tumpah darah Indonesia.

“Untuk mewujudkan TNI Angkatan Laut yang handal dan disegani serta berkelas dunia, pembangunan komponen SSAT harus diikuti dengan peningkatan profesionalisme prajurit, perbaikan manajemen logistic dan mekanisme pemeliharaan alutsista, serta validasi organisasi dengan mengedepankan keterpaduan matra Laut dalam rangka Trimatra terpadu TNI. Sehingga armada RI yang kuat, hebat dan professional secara utuh dapat diwujudkan,” ungkapnya.

Ia pun mengatakan, dalam tantangan tugas TNI AU, pemerintah menyadari akan pentingnya kebutuhan alutsista berteknologi modern dan memiliki daya tangkal yang tinggi. Di tengah keterbatasan anggaran, Pemerintah terus berupaya membangun kekuatan pertahanan maritim sebagai salah satu pilar poros maritim dunia guna mewujudkan stabilitas keamanan nasional maupun regional.

“Adanya soliditas di antara komponen sistem senjata armada terpadu (SSAT). Namun dilihat dari komposisi alutsista yang tergabung dalam sistem senjata armada terpadu saat ini, belum sepenuhnya mampu melaksanakan tugas penegakan kedaulatan Negara di laut secara optimal. Kebijakan pembanguann kekuatan TNI Angkatan Laut ke depan akan diarahkan pada peningkatan kualitas alutsista serta tercapainya interoperabilitas di antara komponen SAT yang terdiri dari KRI, pesawat udara, pasukan marinir dan pangkalan,” katanya. (Salma)
Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Post a Comment