Kadis Kesehatan Diminta Sikapi Masalah di Puskesmas Limau Asri

Bagikan Bagikan
Thadeus Kwalik, Anggota Komisi C DPRD Mimika

SAPA (TIMIKA) - Permasalahan yang terjadi di Puskesmas Limau Asri - SP 5, disikapi anggota Komisi C DPRD Mimika yang membidangi pendidikan dan kesehatan, Thadeus Kwalik. Ia meminta Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) agar turun langsung ke lapangan menemui pegawai puskesmas untuk mengambil langkah menyelesaikan persoalan yang terjadi.

“Pegawai puskemas ada yang datang ke rumah saya, menyampaikan aspirasi mereka agar kadis kesehatan datang ke Puskemas Limau asri. Ini permintaan pegawai. Tidak ada salahnya untuk menuruti permintaan itu agar semua permasalahan yang terjadi dapat di selesaikan,” kata Thadeus kepada Salam Papua di gedung DPRD Mimika, Jalan Cenderawasih, Kamis (7/12).

Menurut dia, persoalan yang terjadi di puskesmas itu terkait pembayaran gaji dan honor pegawa. Akibat persoalan itu para pegawai Puskesmas Limau Asri melakukan aksi pemalangan. Namun, palang akhirnya dibuka kembali tetapi aktifitas di dalam puskesmas tidak berjalan.

“Sebelum kepala dinas kesehatan hadir di puskesmas, maka aktifitas di dalamnya tidak akan berjalan. Puskesmas hanya buka saja tanpa ada kegiatan,” ujarnya.

Sebenarnya, kata Thadeus, anggaran untuk puskesmas ada. Namun penggunaan dana itu tidak jelas. Pada tahun lalu anggaran Rp400 juta di akomodir ke dalam anggaran, tetapi pada kenyataannya tidak terealiasasi dengan baik. Anggaran itu disebutkan untuk pengadaan kendaraan operasional puskesmas, tetapi pada kenyataannya hanya terdapat dua unit kendaraan roda dua.

"Anggaran itu kemana? Kepala dinas ada bermain ini. Anggaran besar tidak jelas penggunaannya. Hak-hak pegawai puskesmas saja tidak dibayar. Saya mau sampaikan kepada kepala dinas, suka tidak suka, mau tidak mau, kepala dinas harus hadir di puskesmas dan mendengarkan aspirasi pengawai,” tegasnya.

Seperti diketahui, pasca-pemalangan Puskesmas Limau Asri - SP  5, Distrik Iwaka, aktifitas pelayanan belum berjalan maksimal. Pemalangan itu terkait persoalan transparansi dana yang disalurkan ke puskesmas serta gaji pegawai.

Kepada wartawan, salah satu pegawai menyampaikan bahwa masih banyak persoalan di puskesmas yang mesti di klarifikasi Kepala Puskesmas (Kapus) kepada pegawainya, salah satunya adalah pembayaran insentif untuk tenaga sukarela. Sebab, tenaga sukarela setahun belakangan sejak Januari hingga Desember 2017, gaji dan insentifnya belum terbayarkan. (Tomy)
Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Post a Comment