Karantina Pertanian Sosialiasi Permen Nomor 17 tahun 2017

Bagikan Bagikan
SAPA (TIMIKA) - Stasiun Karantina Pertanian kelas I Timika mengelar koordinasi eksternal karantina pertanian dalam rangka peningkatan pelayanan publik dan sekaligus sosialisasi Peraturan Pemerintah nomor 17 tahun 2017 tentang dokumen karantina hewan. Kegiatan ini dilakukan di Hotel Horison Ultima Timika jalan Hasanuddin Jumat (8/12). 
Karantina Pertanian Sosialisasi Permen No.17 Tahun 2017 di Hotel Horison Ultima Timika
Ketua panitia Anshar S.P sekaligus kepala tata usaha Stasiun Karantina Pertanian Timika mengatakan, kegiatan koordinasi eksternal ini terkait aturan baru dari Kementrian Pusat mengenai Permen Nomor 17 tahun 2017 tentang dokumen karantina hewan.

Dalam aturan baru ini, perlu diperkenalkan kepada pengguna jasa apa saja yang akan dilengkapi sesuai dengan aturan dalam karantina hewan.  Pengguna jasa dalam hal ini meliputi perusahan maupun  perorangan.

“Dengan adanya aturan baru tentang dokumen karantina hewan yang berasal dari pusat, perlu kiranya pengguna jasa mengetahuinya agar dapat melengkapi dokumen apa saja yang dibutuhkan nantinya,” katanya.

Ia menambahkan, sosialiasi ini berupa memberitahuan dokumen apa saja yang diberikan kepada dinas terkait dalam hal komoditi pertanian. Ia mengakui, selama ini tingkat koordinasi dengan pengguna jasa sudah berjalan dengan baik. Sehingga apabila ada perubahan, maka akan dikoordinasikan dengan pengguna jasa.

“Ini sudah bagian dari koordinasi yang kita buat dengan pengguna jasa. Hal ini untuk menghindari adanya miskomunikasi nantinya. Pengguna jasa tahunya aturan lama padahal sudah ada aturan baru yang disampaikan,” ujarnya.

Ia menjelaskan, target tahun depan dari karantina, output yang perlu dicapai sinergi antara pengguna jasa dan karantina dalam hal pemasukan dan pengeluaran komoditas pertanian.Setiap komoditas pertanian yang masuk maupun keluar harus ada koordinasi antara keduabelah pihak.

Hal ini juga untuk mengantisipasi adanya penyakit yang dibawa melalui tumbuhan maupun hewan yang masuk ke Timika.  

“Instansi pengguna jasa yang setiap kali kita tangani pemasukan barang dan komoditi perdagangannya. Setiap barang yang masuk kita yang tangani atau periksa. Wilayah yang kita jaga itu meliputi pelabuhan Poumako dan Bandara Mozes Kilangin,” jelasnya.

Menurutnya, sampai saat ini pengawasan sudah berjalan bagus mulai dari pelabuhan Poumako sampai bandara moses kilangin. Untuk Tahun depan pelayanan harus lebih bagus dari tahun sekarang.

Diakuinya, kendala dalam komoditi pertanian itu, berupa sertifikat barang dari daerah asal tidak bersama dengan barangnya. Tapi dititip kepada ABK kapal atau petugas bandara.

“Mekanismenya kita tunggu hingga sertifikasinya datang dari daerah asal. Setelah memperoleh sertifikasinya maka akan kita bebaskan. Sebab di daerah asal sudah ada sertifikatnya sehingga memudahkan daerah lain untuk melakukan pemeriksaan,” tuturnya. (Tomy) 
Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Post a Comment