Kelahiran Yesus Mempersatukan Hubungan Manusia dan Tuhan

Bagikan Bagikan
Ibadah malam natal di gereja Tiberias.


SAPA (TIMIKA) - Jemaat Gereja Protestan Indonesia (GPI) Tiberias melaksanakan ibadah perayaan Natal yang berlangsung di gereja Tiberias, Jalan C. Heatubun, Minggu (24/12). Ibadah malam natal ini dipimpin langsung oleh Pdt Mei Sapulete.

Dalam khotbahnya, Pdt Mei Sapulete membacakan firman Tuhan dari Injil Matius 2:1-20 dan Kolose 3:15. Ia mengatakan, ibadah malam natal merupakan malam kesiapan hati dan diri dalam menyambut sang penebus dunia.

Menurutnya, dalam persiapan tersebut, sudah tentu ada rasa suka cita. Sebab, Yesus Kristus yang merupakan anak Maria dan diutus oleh Allah, turun ke bumi menjadi manusia untuk menebus dosa.

"Malam ini adalah kesiapan hati dalam menerima kedatangan Yesus Kristus yang lahir di Bethlehem," kata Mei Sapulete dalam khotbahnya.

Kelahiran Yesus adalah anugerah Allah bagi manusia. Sehingga peristiwa Natal merupakan inkarnasi Allah menjadi manusia yang ada di dalam Yesus.

Sebagai umat yang percaya, harus mengimani dan memberitakan kabar baik ini bagi seluruh dunia, sesuai dengan yang tersirat dalam Yohanis 3:16 yang berbunyi, "karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia rela memberikan anak-Nya yang tunggal supaya setiap orang yang percaya kepada tidak binasa melainkan beroleh hidup yang kekal." Oleh sebab itu, barang siapa yang percaya tidak binasa melainkan beroleh hidup yang kekal.

"Kita harus mengimani itu seperti ayat pada Yohanis 3:16, barang siapa yang percaya tidak binasa," kata Mei Sapulete.

Ia menjelaskan, dalam pembacaan tersebut menggambarkan bahwa Natal bukan hanya sekedar peristiwa atau kejadian atas salah satu tokoh yang diutus untuk memperbaiki hubungan antara manusia dengan Allah. Tapi Ia datang ke dunia dalam wujud manusia agar bisa merasakan apa yang dirasakan oleh manusia, sebab Allah terlalu mengasihi manusia, dan hal tersebut telah dialami Yesus saat dilahirkan di kandang Betlehem. Artinya, kedatangan (turunnya) Yesus ke dunia saat dilahirkan menandakan bahwa adanya keprihatinan dari Tuhan untuk memperbaiki hubungan antara Tuhan dan manusia yang dulunya sempat terputus akibat dosa manusia.

"Kelahiran Yesus di kandang Bethlehem merupakan kondisi dunia yang memprihatinkan. Sehingga kelahiran Yesus untuk menjalankan misi kemanusiaan, Yesus datang untuk mempersatukan dan hubungan yang baik antara manusia dan Tuhan," terang Mei Sapulete. (Ricky Lodar).
Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Post a Comment