Makna Natal Melahirkan Yesus dalam Hati Kita

Bagikan Bagikan


Kotbah Pdt. Boni pada perayaan Natal bersama di Tongoi
SAPA (TIMIKA) - Momentum dan makna natal yang sesungguhnya bagi setiap umat kristiani adalah bagaimana setiap orang berusaha melahirkan Yesus dalam hidup dan dalam hati kita masing-masing. Dan momentum natal bermakna dimana Tuhan merasakan apa yang dirasakan umat-Nya.

“Maka dari itu hendaklah damai sejahterah Kristus berada dalam hati kita masing-masing. Kalau dia lahir dalam hati kita pasti damai sejahtera memerintah atas hidup kita.  Maka kita banyak dinantikan oleh banyak orang karena kehidupan kita menjadi berkat demi kemuliaan nama Tuhan. Natal ini kita musti bersyukur  dalam semua masalah,  karena itu yang dikehendaki Tuhan .  Karena kalau kita selalu bersykur. Maka kita akan melihat keajaiban Tuhan dan Tuhan akan berperkara dalam hidup kita,”  kata Pdt. Boni dalam kotbahnya  dihadapan umat yang bergabung di Tongoi Papua ketika menggelar ibadah perayaan natal bersama, Minggu (3/12) kemarin,  di Multiprupose Kuala Kencana.

Thema Natal yang digelar Tongoi Papua itu berthemakan: "Hendaklah Damai Sejahtera Kristus Memerintah Dalam Hatimu" (Kolose 3:15) dan Sub Thema "Teguhkanlah Hatimu Karena Allah Akan Berperkara". Ibadah Natal yang dipimpin  Pdt Boni itu diawali dengan persembahan lagu-lagu pujian natal.

Usai Ibadah Natal bersama, Ketua Panitia Yonpis Tabuni dalam sambutan mengatakan, Natal kali ini agak sedikit berbeda karena ditempat kerja mengalami kondisi yang mencekam dan situasi yang tidak menentu.

“Tetapi kami tetap berterimakasih kepada managemen PT Freeport Indonesia yang telah memberikan support kepada kami.  Sehingga Tongoi Papua hari ini boleh melaksanakan dengan sempurna dan semua itu atas pertolongan Tuhan.  Dan kami berharap supaya kedepan situasi yang terjadi saat ini bisa kembali normal. Dengan tema Natal tahun ini, maka kami harus kuat, kokoh, dan teguh serta merenung untuk mencari solusi yang lebih baik,” katanya.

Senior Tongoi Papua Anis Natkime dalam sambutan mengharapkan agar Tongoi Papua kedepan tetap berjalan dengan baik sesuai dengan pendirian awal. Tongoi Papua tidak boleh  lagi membentuk kelompok atau organisasi lain.

“Organisasi ini kita harapkan supaya kedepan harus berjalan dengan baik,” ujarnya.

Pada saat yang sama, Ketua Tongoi Papua Yones Mayau  mengharapkan agar Tongoi Papua selalu menjaga kebersamaan dan kekompakan antara yang satu dengan yang lain serta tidak membuat kelompok-kelompok.

“Karena situasi perusahaan saat ini kurang kondusif. Maka kita harus jaga perusahan. Tidak boleh saling menjatuhkan dan menjaga persatuan dan kesatuan antara serikat buruh maupun serikat pekerja, jangan kita merusak honai,” ujarnya.

Managemen PTFI Ahmad Didi Ardianto dalam sambutan mengatakan bahwa managemen  berpsesan agar karyawan jangan pernah lelah untuk mendekatkan diri kepada Tuhan.

“Karena Tuhan tidak pernah jauh dari kita , Tetapi justru kita yang menjauh dari Tuhan.Untuk itu mari kita selalu dekatkan diri kepada Tuhan, memohon ampun kepada Tuhan dan berbuat baik kepada sasama. Didalam kita berjuang maka kita harus bersabar dengan berbagai cobaan yang terjadi. Karena dengan bersabar maka Tuhan mau hadir dalam hati kita .  Kita juga harus meningkatkan rasa syukur kita, karena dengan bersyukur Tuhan akan memberikan kebaikan kepada kita,” ujarnya.

Ibadah Natal ini ditutup dengan persembahan lagu-lagu pujian dari Edo Kondologit serta acara ramah tamah dan foto bersama. (Albin)
Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Post a Comment