Pasangan Kamu Protes KPU Nyatakan Berkas Tidak Lengkap

Bagikan Bagikan


 KPU Mimika,Paslon KAMU tidak lolos seleksi
SAPA (TIMIKA) - Berkas dukungan pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati yang maju melalui jalur perseorangan, Longginus Kareyau ST dan Muh Hasan Husen (Kamu) dinyatakan tidak lengkap oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) Mimika. Hal ini menuai protes dari pasangan Kamu. Pasangan Kamu mengklaim berkas yang disampaikan sudah lengkap.

Longginus Kareyau saat melakukan konferensi pers di hotel Intsia jalan Yos Sudarso, Jumat (1/12) malam mengatakan, berdasarkan Sistem Informasi Perseorangan (Silon) bahwa jumlah dukungan yang dibutuhkan sebanyak 22.273 berkas dalam bentuk Kartu Tanda Penduduk (KTP). Menurutnya, Tim Kamu sudah menyerahkan berkas dukungan sebanyak 26.164.

“Meskipun kami sudah menyerahkan berkas lebih dari ketentuan, tapi KPU Mimika menyatakan bahwa berkas kami tidak lengkap. Ini ada permainan dan kecurangan,” katanya.

Hal senada juga disampaikan oleh pendampingnya Muh Hasan Husen. Ia mengungkapkan, pada tanggal 27 November, pasangan Kamu sudah mendatangi KPU  Mimika unuk menyerahkan berkas tapi karena jaringan yang tidak baik, maka KPU Mimika meminta agar berkas diserahkan tanggal 29 November.

“Sesuai dengan permintaan KPU Mimika, kami menyerahkan berkas dukungan pada pukul 12.00 WIT dan tidak ada persoalan. Pihak KPU Mimika bahkan menyuruh tim pulang dan besok pagi datang kembali ke KPU Mimika untuk mengambil berita acara dan menyerahkan fotocopy KTP. Berita acara tidak diserahkan karena akan disampaikan keesokan harinya. Kami berpikir tidak ada masalah,” ungkapnya.

Ternyata keesokan harinya, pada pukul 12.00 WIT, KPU Mimika menyatakan bahwa berkas yang diajukan ditolak. Mendengar informasi tersebut, kata Husen, pihaknya hendak mempertanyakan masalah tersebut ke KPU Mimika. Namun, tidak ada petugas KPU yang bisa menjelaskan masalah yang terjadi.

Pihak Kamu hanya menerima alasan dari panwas bahwa sistem menolak. Sedangkan pihak KPU Mimika tidak memberitahukannya di saat penyerahan berkas pada malam sebelumnya.  Tiba-tiba terjadi perubahan padahal berita acara sudah lengkap dipegang oleh Derek Mote. Pihak Kamu menemukan adanya kejanggalan.

“Berkas kami lengkap semuanya dan itu ada di berita acara malam itu. Namun, tiba-tiba berubah keesokan harinya. Berkas dukungan sudah masuk ke sistem sebanyak 26.164, tapi dinyatakan tidak lengkap. Apabila berkas kami tidak lengkap kami bisa terima, tapi ini berkas kami lengkap semuanya,” ujarnya.

Melihat kejanggalan ini, Husen menyampaikan akan mengambil langkah. Dia akan meminta dukungan para kepala suku dari 10 distrik untuk orasi.  Apabila tidak diizinkan, maka akan dilaporkan kepada KPU Pusat dan Provinsi.

“Penyerahan berkas di KPU Mimika malam penyerahan disaksikan oleh perwakilan Panwas, operator KPU dan Komisioner KPU Mimika Derek Mote. Kami akan terus mencari keadilan sampai ke tingkat Provinsi dan Pusat,” tuturnya.

Sementara itu Komisioner Bagian Teknis KPU Mimika, Derek Mote, ketika dihubungi wartawan Salam Papua via telepon seluler terkait masalah tersebut mengatakan, bukan KPU Mimika yang menolak tapi  Silon yang menolak karena sudah melewati batas waktu. Tidak hanya itu, berkas B1 KWK 3 rangkap, soft copy dan hard copy tidak ada.

“Apa yang dilakukan sudah sesuai aturan bukan keinginan KPU. Di mana pada PKPU nomor 15 tahun 2017 sudah menjelaskan, apabila dokumen yang tidak bisa dilengkapi maka dianggap tidak memenuhi syarat atau lengkap. Sekarang ini pengumpulan data dengan menggunakan Silon. Sehingga, sampai tanggal dan jam yang ditentukan, yakni 29 November 2017 pukul 24.00 WIT, maka data yang dimasukkan akan ditolak, karena sudah tutup,” terangnya. (Tomy)
Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Post a Comment