Pasca Mangkrak, SMP N 7 Mimika Kejar Ketertinggalan

Bagikan Bagikan
Anton Karu, Kepala Sekolah SMPN 7

SAPA (TIMIKA) -  Usai persoalan yang dialami Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 7 Mimika, para siswa harus mengikuti jam pelajaran tambahan untuk mengejar ketertinggalan materi. Hal tersebut disampaikan Kepala Sekolah (Kepsek) SMPN 7 Mimika, Anton Karu guna menyamakan kalender akdemik pendidikan.

“Untuk menutupi ketertinggalan, kami tetap mengikuti kalender akademik. Saat ini kami sedang menjalankan Ujian Akhir Semester (UAS) dan telah memasuki hari ketiga,” katanya pada Salam Papua saat ditemui di ruangannya, Rabu (6/12).

Ia mengatakan, teratasinya ketertinggalan tersebut lantaran kerjasama guru-guru yang komitmen agar tak ada ego dalam memaksimalkan mutu pendidikan.

“Saya masuk akhir semester dikarenakan kasus lalu. Dengan situasi yang kembali kondusif, para guru berpacu mengejar waktu yang tersisa secara maksimal agar program yang dibuat tetap terlaksana,” katanya.

Anton mengaku, berlangsungnya UAS sudah sesuai kalender akademik pendidikan meski sudah banyak sekolah yang telah melaksanakannya.

“Dulu ada 3 kali tatap muka yang hilang dan sudah teratasi sesuai kalender kademik. Rencananya ujian akan selesai pada Sabtu ini dan tanggal 15 sudah terima rapot,” ujarnya.

Untuk mengantisipasi tidak terjadinya keterlambatan proses pembelajaran lagi, para guru memadatkan KBM sehingga tidak ada waktu yang terbuang dengan sia-sia.

“Kami semua sepakat jika guru ada keperluan dari luar, guru tidak perbolehkan sebelum jam selesai mengajar,” katanya.

Lanjut ia, menjelang Ujian Nasional (UN) bagi siswa kelas IX,  pihaknya telah membuat strategi agar para siswa bisa secara optimal memanfaatkan waktu libur.

“Tidak beda dengan sekolah lain, kami sedang merancang. Ada 1 pelajaran tambahan untuk kelas 9 dan akan dibicarakan ke orang tua dan tidak akan mempengaruhi kalender yang sudah ditentukan. Selain tambah pelajaran, jumlah try out pun ditambahkan,” ujarnya.

Ia pun menambahkan, apabila SMPN 7 Mimika diharuskan mengikuti Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK), pihaknya telah siap.


“Apabila sekolah kami ikut UNBK, kami bersedia. Dari kesiapan anak didik, guru akan mensosialisasikan bagaiamana cara UNBK sehingga fisik maupun mental bisa terbentuk,” ujarnya. (Salma)
Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Post a Comment