Pemkab Siapkan 500 Juta untuk Gelar Pasar Murah

Bagikan Bagikan
Marthen Paiding, Asisten II Bid. Ekonomi Pembangunan

SAPA (TIMIKA) Jelang Natal 25 Desember 2017, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mimika akan melaksanakan Pasar Murah di beberapa titik. Dana sebesar Rp500 juta akan digunakan untuk mendistrubusikan Sembilan Bahan Pokok (Sembako) yang akan dijual pada kegiatan pasar murah.

Pasar murah akan digelar melalui tim penanggulangan inflansi daerah dengan pembagian waktu yaitu, 8 Desember 2017 berlangsung di Mapurujaya dan Distrik Mimika Timur. Selanjutnya 11 Desember berlangsung di Graha Eme Neme Yauware, 13 Desember di Gereja Diaspora SP 2, 14 Desember di halaman SD Inpres SP1, dan berakhir pada 15 Desember di Kwamki Narama.

“Meski ini bukan pembagian secara gratis, tapi yang jelas semua jenis barang akan dijual dibawah haraga normal. Pasar murah ini bertujuan untuk memenuhi ketersediaan bahan pokok bagi masyarakat Mimika, baik menjelang, juga pada puncak perayaan Natal,” ungkap Asisten II Bidang Ekonomi Pembangunan Setda Mimika, Marthen Paiding ketika diwawancarai usai pertemuan persiapan pegelaran pasar murah di Kantor Pusat Pemerintahan (Puspem) Mimika, Senin (4/12).

Sembako yang akan dijual pada pegelaran pasar murah,  selain bersumber dari dana sebesar Rp 500 juta dari Pemkab mimika, ketersediaan sembako juga akan digabungkan dari Bulog dan PT Pelni. Dengan demikian, Marthen mengakui, masyarakat Mimika tidak perlu merasa cemas akan ketersedian sembako untuk kebutuhan pada perayaan Natal.

Selanjutnya ia menjelaskan, bulog telah mengakui bahwa ketersediaan beras masih bisa menutupi kebutuhan masyarakat selama tiga bulan ke depan. Sedangkan dai PT Pelni mengakui, akan menyalurkan sembako dari program rumah kita.

Dengan demikian, kepada seluruh tim, SKPD dan Instansi yang ikut terlibat dalam operasi pasar murah tersebut diharapkan untuk menentukan harga secara kompak dan merata sehingga tidak menimbulkan protes dari masyarakat. Selain itu, ia juga mengharpakan jika setiap jenis sembako tidak laris terjual dalam satu titik, maka harus digelar kembali di titik lain agar penyaluran sembako murah bisa dinikmati oleh seluruh masyarakat.

“Jangan karena ada sisah, maka pegawai dari masing-masing SKPD bungkus dan bawa pulang ke rumah masing-masing. Kalau misalnya tidak laku semua di lima titik yang telah ditentukan, maka kita tentukan satu titik baru lagi supaya semua sembako dijual merata ke seluruh masyarakat,” pesannya.

Sedangkan untuk mengantisipasi kelangkaan dan melonjaknya harga komoditi pertanian seperti, cabai, bawang dan jenis komuditi lainnya, dia mengatakan, akan ada pengawasan ketat oleh Pemkab melalui tim penanggulangan inflasi daerah. Sehingga kenaikan harga yang diakibatkan oleh kelangkaan, akan bisa ditanggulangi dengan kisaran harga yang bisa berpihak kepada masyarakat.

“Tim penanggulangan Inflansi ini akan memantau dan berusaha menekan terjadinya kelangkaan termasuk permainan harga. Karena memang dalam momen perayaan besar agama akan selalu terjadi kelangkaan dan berujung kenaikan beberapa jenis komoditi pertanian. Tapi itu akan diawasi oleh tim kami,” ujar Marthen.

Jika dalam pengawasan tim penanggulangan inflasi daerah menemukan adanya permainan harga, pemkab akan melakukan intervensi pasar. Diakuinya, kenaikan harga bisa saja dilakukan jika persediaan bahan komoditi lokal atau dari luar mengalami kemacetan yang diakibatkan kurangnya produksi. Namun jika produksi seluruh jenis komuditi masih normal dan memenuhi kebutuhan pasar, maka sangat tidak diperbolehkan untuk menaikan harga secara sepihak.


“Naik harga itu sah-sah saja kalau memang terpaksa dengan alasan kurangnya produksi. Tapi kalau misalnya cabai lokal atau dari luar melimpah, terus dijual dengan haraga mahal, maka Pemkab akan lakukan intervensi,” ungkapnya. (Acik)
Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Post a Comment