Peringatan Hari Aids dan HAM Sedunia, Karakter Kemanusiaan Picu Kedamaian Dunia

Bagikan Bagikan


Vice President Community Relations & Human Rights PTFI Arnold B. Kayame
SAPA (TIMIKA) – Peringatan Hak Asasi Manusia (HAM) sedunia 2017 dan puncak hari AIDS, digelar di Timika dengan tema “Human Right For All”, selaras dengan tema Hari AIDS sedunia “Lets end it (akhiri) stigma, diskriminasi dan penularan HIV”. Kegiatan tersebut diadakan di pelataran Gelael, Jalan Cenderawasih, Sabtu (2/12).

Vice President Community Relations & Human Rights PT Freeport Indonesia (PTFI), Arnold Benediktus Kayame, dalam sambutannya mengatakan bahwa pesan kemanusiaan ke semua orang dapat tersampaikan apabila hak yang melekat pada pribadi dimiliki seutuhnya.

“Bukan soal pendidikan, yang harus di bina adalah karakternya, yakni karakter berperi-kemanusiaan, sehingga dunia akan damai,” katanya.

Menurut  Arnold, tidak ada seorang pun yang dapat merampas hak seseorang baik dalam hak beragama, beribadah dan menyampaikan pendapat.

“Kasus HAM angkanya cukup besar. Pelanggaran terhadap hak seseorang banyak, baik itu dalam konflik atau lainnya. Nyawa manusia disamakan dengan nyawa binatang, itu sangat fatal,” ujarnya.

Kini, menurutnya, sudah saatnya membangun gerakan dari para stakeholder baik dari HIV/AIDS maupun HAM.

“Anak muda di Kabupaten Mimika terlibat langsung dalam kelembagaan dan tertarik berpartisipasi langsung. Sekiranya pemerintah daerah atau siapa pun harus melihat kegiatan seperti ini,” katanya.

Kabupaten Mimika bisa di rubah apabila seluruh masyarakat mempunyai spirit yang sama dalam kemanusiaan.

“Gerakan peduli AIDS dimulai oleh anak-anak. Semua harus bergandengan tangan dalam persoalan HAM. Mari menyuarakan kedamaian di tanah Mimika. Pemuda adalah pemimpin di 10 tahun kedepan, asal mempunyai karakter berperi-kemanusiaan,” lanjut Arnold.

Sementara itu, Direktur Yayasan Peduli Aids (Yapeda) Timika, Pastor Bert Hogendoom, OFM mengatakan, semangat anak-anak untuk mengajarkan kepada masyarakat tentang hak asasi manusia dimulai dari kegiatan di sekolah.

“Pendidikan adalah hak mereka (anak-anak), kita bisa mengajak anak-anak tentang hak asasi manusia dan lain-lain lebih efektif. Anak-anak dapat kesempatan untuk mengadakan kegiatan dimana, ini terlibat unsur-unsur hak asasi manusia,” katanya.

Lelaki yang akrab disapa Pater itu menyebutkan, ada tiga kelompok yang perlu diperhatikan dalam menyuarakan HAM di Timika.

“Untuk HAM di Timika, beberapa kelompok yang perlu di perhatikan yakni, anak yang lumpuh otak, anak-anak yang kurang gizi, dan adalah anak-anak yang menjadi korban dari epidermi HIV/AIDS,” ujarnya. (Salma)

Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Post a Comment