Pers Diminta Beritakan yang Positif Tentang Papua

Bagikan Bagikan
Benhur Tomy Mano, Wali Kota Jayapura membuka pelatihan jurnalis
SAPA (JAYAPURA) - Wali Kota Jayapura Benhur Tomy Mano meminta insan pers untuk memberitakan yang positif tentang Papua agar masyarakat dari daerah lain bisa mendatangi Papua.

"Kita akan menghadapi PON XX, teman-teman pers perlu memberitakan bahwa Papua ini kondisinya aman dan nyaman, agar peserta PON dari daerah lain mau datang ke Papua.

Tapi kalau pers memberitakan di Papua ini masih bunuh-bunuh orang, maka kontingen dari daerah lain takut datang. Saya punya pengalaman saat Jambore Nasional, pesertanya turun drastis.  Karena orangtua tidak ijinkan anaknya ke Papua," katanya saat menyampaikan sambutan pada pembukaan Pelatihan Jurnalistik Media Online Anti Hoax yang dilakukan  Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI) Papua di Grand Abe Hotel, Abepura Jayapura, Senin (4/12).

Dia menyebutkan, berita-berita yang membuat orang luar takut datang ke Papua itu ternyata berita bohong atau hoax, ini tentu tidak layak dilakukan oleh insan pers. Sebab, perkembangan teknologi yang semakin canggih membuat masyarakat tidak hanya dapat mengakses berita melalui koran tapi juga media online. Bahkan masyarakat biasa sudah bisa bertindak seperti wartawan menyampaikan kejadian yang terjadi di sekitarnya secara live melalui handphone, tanpa memikirkan dampak dari beritanya itu.

"Di Jayapura ini pernah tersiar berita yang mengandung unsur SARA, tapi beruntung masyarakat sudah dewasa menanggapi informasi itu sehingga Papua tetap aman," ujarnya.

Tomy menceriterakan pengalamannya  ketika  maju Pilkada bahwa ada pihak tertentu yang membuat blog media online khusus untuk menyerang dirinya dengan berita berita hoax. Targetnya agar masyarakat tidak memilihnya.

"Tapi itu semua gagal karena masyarakat tahu siapa saya dan masih memilih saya menjadi  Wali Kota,"  ujarnya.

Dia mengharapkan dengan adanya pelatihan yang dilakukan  AMSI Papua ini dapat melahirkan pers yang berkompeten, membuat berita yang memenuhi kaidah jurnalistik yang jujur dan benar, bernilai berita dan berimbang, tidak memasukan opini yang tidak benar. Pelatihan ini diharapkan membawa manfaat bagi keberadaan pers di Papua," katanya.

Pada saat yang sama, Kapendam XVII/Cenderawasih Kolonel Muhammad Aidi dalam sambutannya mengatakan, kegiatan pelatihan ini tidak hanya bermanfaat bagi pers di Papua tetapi juga bagi bangsa dan negara.

Dia mengutip fungsi pers menurut Jurnalis senior Muchtar Lubis mengatakan, pers memiliki lima fungsi, pertama, sebagai alat pemersatu bangsa. Artinya pers adalah bagian pahlawan bangsa. Pers ikut memerdekakan bangsa kita, pers juga ikut mengisi kemerdekaan melalui jurnalisme.

"Sebagai alat pemersatu, pers tidak boleh menjadi alat pemecah belah bangsa melalui berita berita hoax," kata Aidi.

Kedua, pers berfungsi pendidikan mencerdaskan kehidupan bangsa, jangan sampai terjadi kebalikannya sebagai alat pembodohan bangsa dengan informasi yang menyesatkan. Ketiga, pers berfungsi menjaga kepentingan umum, keempat menghapus mitos-mitos atau mistik mistik dalam kehidupan politik, membawa masyarakat pada pola pikir yang realistik bukan mistik. Kelima, fungsi diskusi dan silahturahmi, bukan saling mencaci maki, menyalahkan dan mencemooh satu sama lain.

Ketua Komisi Pengaduan Masyarakat dan Penegakan Etika Pers di Dewan Pers, Imam Wahyudi dalam materinya tentang Hoax dan Peraturan Dewan Pers Untuk Media Online mengatakan jumlah media siber di Indonesia saat ini lebih dari 43.000 media.

Namun tidak semua media siber itu adalah media pers. Ada media siber yang terkategori media peres. Dari 43.000 tersebut, ada yang media pers ada yang media saja.

"Media pers itu berita berita mengikuti kaidah kaidah jurnalistik, ada etika dan aturan yang harus dipatuhi. Kontrol tetap dilakukan tapi ada aturannya yakni berimbang. Selain itu juga melayani hak jawab, bukan semena mena menghantam pihak lain," kata Imam.

Dia mengingatkan, apabila media pers tidak hati hati.  Media pers bisa menjadi agen penyebaran berita hoax. "Misalnya hanya membaca judul berita lalu mengcopy paste  dan menyebarkannya. Padahal judul dan isi berita tidak sama, akhirnya media tersebut menyebar berita hoax," ujarnya.

Untuk menghindari berita hoax, Imam mengatakan insan pers harus jujur, menguji kebenaran berita itu ke berbagai sumber, tidak boleh hanya percaya satu sumber.

"Kalau  kondisi tertentu berita tersebut harus diterbitkan maka media harus sampaikan ke publik bahwa berita tersebut belum terverifikasi dengan sumber lain," katanya.

Pada hari pelatihan ini juga disampaikan materi tentang Pengenalan AMSI di Papua dan Papua Barat oleh Koordinator AMSI Wilayah Indonesia Timur, Jupriadi Asmaradhana dan Manajemen Media Online oleh Ketua AMSI Sumatera Utara yang juga CEO KabarMedan.com, Agoes Perdana. 


Pelatihan jurnalistik media online anti hoax ini dari AMSI ini  didukung sepenuhnya PT Freeport Indonesia, KabarPapua.co, PT PLN Wilayah Papua dan Papua Barat, serta Himpunan Penguaha Muda Indonesia (HIPMI) Papua.  (Yol)

Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Post a Comment