RTC Edukasi Masyarakat tentang Binatang Reptil yang Hampir Punah

Bagikan Bagikan
SAPA (TIMIKA) - Reptil Timika Comunitas (RTC) atau komunitas pencinta Reptil yang ada di kota Timika, memberikan edukasi dan ingin merubah  paradigma masyarakat tentang satwa reptil yang saat ini dinilai sudah hampir punah. Kepedulian Masyarakat terhadap hewan reptil di Timika masih sangat minim. 
Komunitas pecinta Reptil Timika 
Hal ini disampaikan oleh ketua RTC, David Welan kepada wartawan Salam Papua saat ditemui di Hotel cendrawasih, jalan cendrawasih SP 2, kamis (7/12).

Ia mengatakan, binatang yang biasa dianggap berbahaya oleh masyarakat pada umumnya menjadi sebuah ancaman. Hal ini membuat masyarakat fobia terhadap jenis binatang tersebut. Namun sebenarnya justru ketika dapat dijinakkan, maka akan menjadi teman bermain yang mengasyikkan.

Ia mencontohkan, jenis reptil yang paling banyak ditakuti oleh masyarakat adalah ular. Ular memang memiliki ciri khas tersendiri yang membuat orang menjadi takut. Selain dari bentuknya, ular juga dikenal dengan bisanya yang dapat membunuh.

“Semua ular ada yang  beracun ada juga yang tidak beracun. Tidak semua ular itu bisa membunuh. Kami ingin mengubah paradigma di masyarakat saat ini.  Jika kita sudah bisa mendalami karakter ular, maka ular tersebut pun akan jinak dan menjadi teman bermain,” katanya.

Ia mengakui, dirinya menyukai hewan reptil terlebih khusus ular. Hingga kini dia pun ketagihan memelihara hewan melata tersebut. Menurutnya, tidak semua ular jahat, tergantung dari manusianya sendiri. Jika manusia mencintai dan menyayangi hewan melata seperti ular, maka hewan tersebut bisa menjadi sahabat.

“Untuk itu, dengan adanya perkumpulan para pecinta reptil ini merupakan suatu bentuk visi dan misi guna mengembalikan lagi populasi reptil.  Hal ini karena hewan-hewan reptil memiliki keterkaitan sebagai penyeimbang alam. Masyarakat harus paham, bahwa ular, kadal, dan jenis hewan reptil lainnya, bukanlah hewan yang mematikan,” ujarnya.

Dia mengungkapkan, jenis Reptil yang ada di camp atau tempat sekretariat bagi para RTC di Mimika saat ini terdiri  dari beberapa jenis. Di antaranya Piton Hijau atau Ular Condro, Kura - Kura Moncong Babi, Kura-kura Dada Merah dan Kura - Kura Dada Putih, Biawak Pohon Prasinus dan  Biawak Mangrove (Indicus). Tidak hanya itu, RTC juga memelihara Kadal Panana atau yang lazim orang sebut ular kaki empat. reptil tersebut dilindungi karena spesiesnya hampir punah.

“Dari beberapa jenis reptil yang disebutkannya tadi, saat ini reptil tersebut  menjadi reptil yang dilindungi di Kabupaten Mimika ini, karena keberadaannya hampir punah,” ungkapnya.

Bagi mereka para pencipta reptile, kegiatan tersebut sangat mengasikkan apalagi disertai dengan maksud untuk pelestarian reptil yang hampir punah. Komunitas akan melakukan perawatan rutin agar reptil tersebut  tetap dalam kondisi sehat, salah satunya dengan memandikan serta membersihkan kandang. (Tomy)
Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Post a Comment