Saksi Keberatan Postingan DD Pada Point 2

Bagikan Bagikan

SAPA (TIMIKA) - Sidang kasus dugaan pelanggaran Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE) dengan terdakwa Damianus Daskunda (DD), kembali digelar di Pengadilan Negeri Timika, Selasa (5/12) dengan menghadirkan saksi Philipus Tamher.
Gelar sidang DD di Pengadilan Negeri Timika
Sidang dengan agenda pemeriksaan saksi tersebut dipimpin majelis hakim yang diketuai Harry Cahyono, SH didampingi hakim anggota Fransiskus Y Batista dan Steven C Walukow. Sedangkan yang bertindak sebagai Jaksa Penuntut Umum (JPU) adalah Achmad Bhirawa Bissawab, SH dan Joice Evelin Mariai, SH. Sedangkan DD di dampingi penasihat hukumnya Marfey J Dangeubun, SH, MH.

Saksi Philpus Thamer dalam keterangannya pada sidang lanjutan kasus mengatakan, dirinya tidak setuju dengan apa yang diposting DD di akun FBnya yang mempertanyakan kehadiran pastor Adrianus Warjito dalam demo guru beberapa waktu yang lalu di kantor Dinas Pendidikan Dasar (Dispendasbud) Kabupaten Mimika.

Menurut Philipus, dari empat poin yang diposting DD, ada salah satu poin menurutnya telah membangkitkan kemarahan pemuda katolik Kabupaten Mimika hingga melakukan aksi demo di kantor Polres Mimika. Demo itu untuk mendesak pihak kepolisian Polres Mimika untuk segera melakukan proses hukum terhadap DD.

"Saya berteman dengan DD kurang lebih satu tahun di FB. Terdakwa tidak intens mengunakan FB. Secara umum saya  terima apa yang diposting dalam FB DD, namun ada satu poin yang saya sendiri tidak terima adalah  mempertanyakan kehadiran pastor apakah mencari penghasilan tambahan. Akibat dari postingan tersebut pemuda katolik marah dan melakukan demo ke kantor Polres Mimika mendesak polisi untuk menangkap DD," ujar Philipus.

Philipus mengatakan, setelah DD memposting setatusnya tersebut, dirinya sempat mengomentari status tersebut dengan menyatakan ketidaksetujuan terhadap apa yang diposting DD.  Status itu akhirnya menjadi viral dibahas di media social. Beberapa hari kemudian DD memposting permohonan maaf atas  apa yang telah dipostingnya.

DD yang hadir didampingi kuasa Hukumnya, Marfey Junus Dangeubun SH MH, ketika ditanya oleh Ketua Mejelis Hakim terkait dengan  semua keterangan yang  diberikan saksi, DD mengatakan dirinya menerima keterangan tersebut namun ada beberapa keterangan yang menurutnya tidak sesuai.

DD meminta untuk melakukan klarifikasi atas keterangan saksi, namun tidak diijinkan majelis hakim. karena  majelis hakim berpendapat akan ada kesempatan terdakwa untuk melakukan klarifikasi atas  keterangan saksi.

" Ada yang salah dengan keterangan saksi bahwa nama akunnya bukan Damianus Daskunda melainkan Demy Deskunda . Setelah kejadian itu hari berikutnya saya  langsung memintaf dalam postingan saya," kata DD.


Sidang kemudian ditutup  dan kembali akan dilanjutkan pada tanggal 12 Desember mendatang dengan agenda pemeriksaan saksi. Sebelum sidang ditutup, penasihat hukum DD Marfey J Dangeubun SH MH, mengajukan surat penangguhan penahanan. (Ricky Lodar)
Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Post a Comment