6 Ribuan Pasien Malaria Tersiana Ditangani Puskesmas Timika

Bagikan Bagikan
Kepala Puskesmas Timika, Maria Yosinta Rahangiar
SAPA (TIMIKA) - Kepala Puskesmas Timika, Maria Yosinta Rahangiar mengakui, terhitung sejak Januari hingga akhir Desember tahun 2017, Puskesmas Timika telah melayani 6.000an pasien yang terkena penyakit malaria tersiana.

“Selama tahun 2017 penyakit yang paling tinggi adalah malaria, dan yang terkena malaria tersiana itu mencapai 6.000an pasien, yang tropika sebanyak 5.000an. Ada juga jenis malaria lainnya tapi jumlahnya berada dibawah jumlah tersiana dan tropika,” kata Maria, saat diwawancara di Puskesmas Timika usai menerima kunjungan Menteri Kesehatan RI pada Jumat (26/1).

Dari jumlah tersebut, diakui Maria, merupakan angka yang semakin meningkat jika dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya. Dimana, tingginya jumlah penderita malaria merupakan tantangan bagi semua pihak baik pemerintah, masyarakat dan juga pihak lainnya. Sebab, secara pasti, penyakit ini akan semakin banyak dan merambah ke semua warga Mimika seiring pesatnya jentik nyamuk.

“Kita tahu sendiri persoalan mengobati itu sudah sangat gencar dilakukan di RSUD, puskesmas, pustu (puskesmas pembantu) termasuk klinik-klinik. Tapi kita juga tidak tahu apakah ada atau tidak antisipasi yang dilakukan dari dalam diri kita masing-masing. Apa lagi saat ini dengan adanya drainase yang di bongkar dan digenangi air kotor, itu hanya menjadikan sarang nyamuk saja. Kita juga, sampai kapan jentik malaria ini tuntas dibasmi,” tuturnya.

Maria pun berharap agar seluruh lapisan masyarakat di Mimika bisa mengantisipasi perkembangan jentik nyamuk dengan cara membakar dan membuang sampah secara baik. Selain itu, penampungan air harus sering di kuras.

Untuk kebersihan lingkungan, menurut dia, sangat perlu dilakukan setiap hari baik di halaman rumah maupun pada selokan pembuangan air.

“Antisipasi ini bukan hanya tugas pemerintah saja, tapi masyarakat juga harus lebih peka,” ujarnya. (Acik)
Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Post a Comment