Anggota PPL Distrik Wania Resmi Dilantik

Bagikan Bagikan

Anggota PPL Distrik Wania Resmi Dilantik.


SAPA (TIMIKA) - Sebanyak tujuh anggota Panitia Pengawas Lapangan (PPL) dari tujuh Kelurahan Distrik Wania dilantik oleh Ketua Pengawas Pemilihan Umum (Panwaslu) Distrik Wania, di aula Kantor Lurah Wonosari Jaya, Selasa (16/1).

Tujuh anggota PPL tersebut akan melakukan pengawasan di tujuh kelurahan berbeda yakni Wonosari Jaya, Kamoro Jaya, Inauga, Nawaripi, Kadun Jaya, Mandiri Jaya dan Mawokao Jaya.

Kepala Distrik Wania, Leonard Karet dalam sambutannya, mengapresiasikan kepada panitia panwas Distrik yang sudah terlebih dahulu melantik PPL untuk mempersiapkan pesta demokrasi. Sehingga PPL segera bisa bekerja dalam upaya menyukseskan pilkada damai dan aman.

Leonard mengatakan, dengan sumpah janji pelantikan, maka petugas PPL harus bekerja dengan baik dan menjaga nama baik Distrik Wania sehingga tidak ada anggota PPL dari distrik Wania yang ketika usai Pilkada ada yang dipanggil karena terlibat sebuah kasus.

“Karena sumpah janji ini kita berhadapan dengan Tuhan.  Memang secara manusia, kita pasti ada keterbatasan dan kekeliruan, tetapi itu jangan dibuat-buat,” katanya.

Lanjutnya, kepada petugas PPL, apabila ada temuan harus koordinasikan dengan ketua Pandis, supaya ada petunjuk. Sehingga tidak terjadi kekeliruan ataupun salah komunikasi dan menimbulkan polemik.

“Jadi kalau mau sukses jalannya pilkada, yang paling utama adalah koordinasi dan kerjasama,” katanya.

Sementara itu, Ketua pengawas pemilihan umum Distrik Wania, Jaconis Manusiwa, mengatakan, anggota PPL Distrik Wania harus bekerja dengan baik dan jujur lantaran telah dilantik dengan mengambil sumpah janji.

“Mereka ini dilantik dengan sumpah, dan diharapkan jangan angkat tangan saja tetapi juga dilaksanakan supaya hasilnya baik di distrik kita,” ujarnya.

Ia pun menambahkan, setelah pelantikan akan dilaksanakan, bimbingan teknis bagi anggota PPL karena diibaratkan seperti masuk dalam suatu pekerjaan baru, harus ada bimteknya untuk bagaimana saat turun lapangan, cara bekerja dan alat kerjanya seperti apa.

"Jadi bimtek itu kita hanya berikan materi tugas tanggung jawab untuk bisa bekerja ditingkat kelurahan maupun kampung yang mana dia berada. Misalnya kita akan berikan form yang sudah kita siapkan, seperti lembaran kerja. Karena lembaran kerja itu nantinya dibuat laporan, contoh di kita ada lembaran BI atau B2 KWK. Dan itu harus tahu bagaimana cara pengisisannya, lalu  dilaporkan ke kami untuk ditindaklanjuti ataupun ada lembaran-lembaran menyangkut pelanggaran pemilu," katanya. (Salma)
Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Post a Comment