Armin Lepas Siswa PSG SMK Yapis

Bagikan Bagikan

Pelepasan Siswa PSG SMK Yapis Timika.


SAPA (TIMIKA) - Mantan Kepala Dinas Pendidikan Menengah Kabupaten Mimika, Armin Wakerkwa, SPd secara simbolis melepaskan 77 siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Yayasan Pendidikan Islam (Yapis), dengan tanda pengalungan tanda  peserta. Pelepasan siswa PSG dipusatkan di aula SMK Yapis, Senin (15/1).

Adapun kegiatan pelepasan tersebut, dihadiri Ketua Yapis Timika H Muhamad Saad Lausiri, SE., M.Si, Kepala SMK Yapis Sahaka Rumagia, S.Kom., M.Si, perwakilan tempat praktek, para orangtua serta para siswa PSG.

Mantan Kepala Dinas Pendidikan Menengah Kabupaten Mimika, Armin Wakerkwa, S.Pd dalam sambutannya mengatakan, SMK itu harus bisa. Jadi melalui praktek SMK Yapis kedepan bisa. Sangat penting dikembangkan dan tingkatkan ilmu melalui kegiatan-kegiatan praktek.

"Kegiatan PSG ini di tingkat SMK, kalau dibandingkan dengan mahasiswa yaitu, Kuliah Kerja Nyata (KKN)," ujar Armin.

Dikatakan, keberhasilan siswa tergantung dengan kerjasama antara pihak yayasan, para guru di sekolah dengan orang tua murid. Dari tahun ke tahun, di SMK Yapis selalu ada kebersamaan, dengan kebersamaan inilah pendidikan di sekolah ini meningkat.

"Saya berharap, setelah para siswa SMK Yapis mengikuti PSG, mereka mampu dan bisa mandiri,"  kata Armin.

Ketua Yapis Timika, H Muhamad Saad Lausiri, SE., M.Si, kepada Salam Papua di SMK Yapis usai pelepasan siswa, mengharapkan orangtua mengawasi anak dengan baik dan anak tersebut juga bisa tempatkan diri di tempat praktek, benar-benar sebagai siswa magang.

"Sebab siswa praktek ini ada di instansi pemerintahan dalam arti dinas maupun di Badan Usaha Milik Negara (BUMN), bank maupun industri, bahkan ada yang ke luar daerah Timika," ujar Lausiri.

Ada tiga hal yang Lausiri pesankan kepada para siswa yaitu, pertama, siswa hadir di tempat praktek dan orang yang terima mereka harus rasa nyaman. Kedua, keberadaan siswa di tempat praktek harus dalam keadaan sehat dan aman. Ketiga, setelah siswa praktek kembali ke sekolah, ada kesan yang ditinggalkan bagi orang-orang di tempat praktek, orang di kantor atau tempat praktek merasa kehilangan.

"Bila terjadi seperti itu maka ada kesan bahwa, SMK Yapis sudah siap mendidik anak-anak tamatan yang siap terjun ke dunia kerja, baik instansi pemerintah maupun perusahan yang ada," tuturnya. (Ervi Ruban)

Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Post a Comment