Dinas Pertanian Akan Wujudkan Peningkatan Pangan Di Timika

Bagikan Bagikan

kepala dinas Pertanian Tanaman Pangan, Yohana Paliling
SAPA (TIMIKA) – Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Perkebunan kabupaten Mimika, akan mewujudkan peningkatan ketahanan pangan melalui pembaharuan menuju kemandirian pangan dan kesejahteraan bagi para petani di Kabupaten Mimika.

Dinas kedepan, akan fokuskan pada langkah -langkah pendampingan  petani khususnya pada ketersedian karbohidrat di tengah masyarakat. Pendampingan akan dititik berat kepada  tanaman padi, umbi - umbian, petatas, keladi, ubi kayu dan sagu. Karena tanaman pangan ini yang mengurus ketersedian makanan yang menghasilkan karbohidrat.

 “Pada dasarnya tanaman pangan ini adalah tanaman yang mengandung karbohidrat sehingga kita akan fokuskan demi kebutuhan masyarakat,” kata kepala dinas Pertanian Tanaman Pangan, Yohana Paliling kepada wartawan saat ditemui pada di ruang kerjanya, Selasa (30/1)

Menurutnya, untuk membantu langkah pendampingan kepada petani,  pihaknya akan melibatkan para tenaga penyuluh PPL yang akan ditempatkan pada setiap wilayah distrik di Kabupaten Mimika. Dengan di gabungnya tenaga penyuluh ke instansi pertanian sangat membantu pihaknya dalam melakukan pendampingan kepada masyarakat.

Ia menyebutkan, tahun 2018 sebanyak 28 tenaga penyuluh PPL akan digabungkan kedinas pertanian.Tenaga - tenaga punyuluh ini yang akan melakukan pendampingan kepada para petani.

“Dari dua tenaga penyuluh tersebut terdiri dari, 21 tenaga berasal dari ASN, empat orang Tenaga Harian Lepas (THL) dan tiga orang tenaga honorer,” ujarnya

Ketika penyuluh bernaung dibawah satu atap kata Yohana, akan berdampak positif dalam setiap pelaksanaan kegiatan dari sisi kordinasi sangat efektif.

Saat ini untuk tenaga penyuluh semunya sudah di tempat di  beberapa distrik di sekitaran kota yakni, Dikstrik Mimika Baru (Miru), Distrik Wania, Distrik Kuala Kencana, Distrik Kwamki Narama, Distrik Mimika Timur dan Distrik Iwaka.

Penyuluhan pertanian, menurutnya adalah proses pembelajaran bagi pelaku utama serta pelaku usaha agar mereka mau dan mampu menolong dan mengorganisasikan dirinya dalam mengakses informasi , teknologi, permodalan dan sumberdaya lainnya.

Hal ini dilakukan,  sebagai upaya untuk meningkatkan produktivitas, efisiensi usaha, pendapatan dan kesejahteraannya serta meningkatkan kesadaran dalam pelestarian fungsi lingkungan hidup. Hal tersebut sesuai dengan regulasi yakni  UU Nomor 16 tahun 2006 tentang penyuluhan pertanian. (Tomy)
Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Post a Comment