Divestasi Saham 51 Persen PT Freeport Belum Jelas

Bagikan Bagikan
Anggota Komisi VII DPR RI bidang Energi Sumber Daya Mineral (ESDM), Peggi Patricia Pattipi
SAPA (TIMIKA) -  Anggota Komisi VII DPR RI yang membidangi Energi Sumber Daya Mineral (ESDM), Peggi Patricia Pattipi mengatakan sampai saat ini permasalahan divestasi saham 51 persen PT Freeport Indonesia (PTFI) belum jelas. Hal ini dikarenakan, belum ada kata sepakat antara pemerintah Indonesia dengan para pemilik saham.

“Untuk divestasi saham ini, pemerintah juga masih ragu-ragu. Sehingga bisa dikatakan divestasi saham ini masih belum jelas,” kata  Peggi saat ditemui di Sekretariat PKB di Jalan Caritas, Selasa (30/1).

Ia mengatakan, ketidakjelasan ini lantaran belum adanya kesepakatan antara pemerintah dengan para pemegang saham PTFI. Dimana kita ketahui bersama, pemegang saham terbesar perusahaan tambang tersebut adalah Amerika dan 22 negara lainnya.

“Walaupun pemerintah pusat, provinsi, dan daerah sudah OK. Tapi kalau pemegang saham belum mengiyakan, bagaimana bisa terjadi kata sepakat. Sehingga bisa dikatakan MoU pemerintah pusat, provinsi, dan daerah masih terlalu dini,” ujar Peggi

Ia menjelaskan, Komisi VII yang membidangi ESDM sendiri dan bertindak sebagai pengawas belum mengetahui perkembangan pembicaraan masalah divestasi. Selain itu, pihaknya sudah menanyakan hal itu kepada Menteri ESDM, tetapi pemerintah juga belum bisa memberikan kepastian.

“Jadi untuk divestasi ini, kami hanya bisa menanyakan ke Kementerian ESDM karena langsung di Komisi VII. Sementara Kementerian Keuangan di Komisi XI dan Kementerian BUMN di Komisi VI,” jelasnya.

Terkait hal tersebut, ia menyarankan kepada seluruh anggota Komisi VII DPR RI, apabila masalah divestasi maupun Ijin Usaha Pertambangan Khusus (IUPK) itu rumit dan tidak jelas, maka dikembalikan ke Kontrak Karya (KK).

“Ya kalau saran dari Komisi VII, apabila terlalu ribet maka dikembalikan saja ke KK,” ujarnya. (Salma)
Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Post a Comment