DPRD Desak Polisi Tangkap Pelaku Pembunuhan di Kwamki Narama

Bagikan Bagikan

Anggota Komisi B DPRD Mimika, Karel Gwijangge.


SAPA (TIMIKA) - Anggota Komisi B Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Mimika Karel Gwijangge mendesak kepolisian untuk segera menangkap pelaku pembunuhan yang terjadi di Kwamki Narama. Hal tersebut ia sampaikan kepada wartawan di Kantor DPRD Kabupaten Mimika, Selasa (16/1).

Ia mengatakan, telah ada tiga korban jiwa. Masyarakat selama ini percaya dengan kepolisian, namun hingga saat ini belum ada tersangka yang ditahan, sehingga masyarakat mendesaknya untuk meminta polisi menangkap pelaku.

“Masyarakat ini mendesak kita dan mempertanyakan bagaimana informasi pasti dan penjelasan soal ini, kira-kira bagaimana, mereka pun mempertanyakan, apakah betul kepolisian ini tidak mampu atau memang sedang menunggu korban lagi? Karena selama ini tersangka belum tertangkap,” ujarnya.

Karel menjelaskan, dengan adanya desakan dan laporan yang disampaikan ini, menurutnya hukum positif harus segera ditegakkan sesuai dengan permintaan dari masyarakat.

Ia mengatakan, terjadinya kekacauan di Kwamki Narama lantaran kasus pembunuhan yang tidak terungkap, sehingga menimbulkan rasa ingin balas dendam dari masyarakat yang menjadi korban.

“Polemik dan perang di Kwamki Lama itu juga awalnya dipercayakan ke kepolisian untuk ditangani tetapi tidak terungkap, kemudian orang marah, terutama keluarga korban, dan timbul kekecewaan, sehingga tidak percaya pada penerapan hukum positif,” ujarnya.

Dikatakan, para tersangka memiliki tempat berkumpul sehingga seharusnya kepolisian bisa menangkapnya. Kendati demikian, hingga saat ini pihak kepolisian belum memberikan konfirmasi kepada keluarga korban. Sehingga masyarakat mendesak dan meminta pada DPRD untuk memberikan kejelasan.
  
“Mereka ini kan terkonsentrasi, alasan apa kepolisian tidak bisa menangkap tersangka? Apakah polisi menunggu korban lagi? Itulah kenapa masyarakat tanya ke kami, kami pun bingung jawab apa ke keluarga korban,”katanya.

Menurutnya, kejadian yang sama akan terulang kembali apabila kepolisian tidak menangkap tersangka-tersangka tersebut.

“Saya lihat-lihat kejadian polemik ini akan terus terulang, karena keluarga korban tidak menerima dan polisi terkesan takut menangkap tersangka ini,” kata Karel.

Ia pun berharap, kepolisian mengambil langkah. Sehingga sebelum pilkada, Kwamki Narama bisa kondusif. Dan tersangka ini harus ditangkap terlebih dahulu. (Salma)
Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Post a Comment