Kendaraan Operasional Aparat Keamanan Ditembak di Mile 29

Bagikan Bagikan

Ilustrasi.


SAPA (TIMIKA) - Satu unit kendaraan mini bus milik PT Freeport Indonesia yang digunakan Satgas Amole ditembak Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) saat melintas di jalan dari Timika menuju Tembagapura tepatnya di Mile 29, Distrik Mimika Baru, Kabupaten Mimika, Papua, Senin (8/1) lalu.

Hal tersebut diakui Kapolda Papua Irjen Pol Boy Rafli Amar saat diwawancara awak media seusai upacara Kenaikan Pangkat Luar Biasa (KPLB) di lapangan Mako Brimob Batalyon B Polda Papua, Jalan Agimuga, Mile 32, Distrik Kuala Kencana, Selasa (9/1).

“Situasi Freeport saat ini  cukup kondusif setelah penembakan di mile 29. Hasil olah TKP adalah penembakan dengan satu kendaraan tertembak,” ujarnya.

Kendati demikian, ia mengatakan, kendaraan operasional yang digunakan aparat keamanan tidak terkena lemparan batu yang mengenai kaca sebelah kanan saat melintas di sekitar Mile 29, Senin (8/1) malam.

“Kendaraan operasional aparat keamanan di wilayah dataran rendah (lowland) jenis Toyota Avanza bernomor lambung SA-0118 itu ditembak, bukan di lempar atau di ketapel sebagaimana informasi sebelumnya,” ujar Kapolda kepada wartawan.

Dijelaskan, teror penembakan yang masih terjadi menjadi salah satu potensi kerawanan Pilkada serentak 2018 di Papua lebih khusus di wilayah Kabupaten Mimika.

“Semoga KKB tidak menggangu Pilkada. Upaya akan terus dilakukan agar mereka tidak merajalela, menggangu dan semakin brutal.  Karena kita ada satgas terpadu. Jika mereka masih melakukan hal berbau kekerasan kita akan menisolirnya,” katanya.

Terkait hal tersebut, Kapolda belum bisa memastikan situasi keamanan jangka panjang atau selama agenda Pilkada berlangsung.

"Yang penting kepolisian dibantu TNI terus berjalan. Situasi ini sangat dinamis sekali. Karena itu, dalam mengelola situasi termasuk mengeliminir potensi-potensi bahaya dengan melakukan penindakan terhadap KKB," jelasnya.

Ia mengatakan, pihaknya akan terus melakukan pengamanan selama penyelenggaraan pesta demokrasi Pilkada tahun 2018 meski belum melibatkan jumlah pengamanan yang besar.

“Tidak ada penambahan pasukan dalam pengamanan pilkada. Baik Timika atau daerah lain di Papua. Kecuali pada saat kampanye, pemungutan, penghitungan dan pasca Pilkada akan ada alat pertahanan yang diturunkan,” katanya. (Salma)

Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Post a Comment