Pembangunan SDN 9 Mimika Belum Memadai

Bagikan Bagikan
Foto - Gedung Sekolah Dasar Negeri (SDN) 9 Mimika, area Irigasi, Jalan Hasanuddin dibangun oleh Pemkab Mimika melalui Dinas Pendidikan Dasar dan Kebudayaan (Dispendasbud).
SAPA (TIMIKA) - Kepala Sekolah Dasar Negeri (SDN) 9 Mimika, Nahum Edowai, SE mengatakan pembangunan sekolah yang beralamat di area Irigasi, Jalan Hasanuddin dan dibangun oleh Pemkab Mimika melalui Dinas Pendidikan Dasar dan Kebudayaan (Dispendasbud), belum memadai.

"Saya katakan begitu karena pemerintah bangun gedung ini hanya 3 RKB (Ruang Kelas Belajar) dan 1 ruang guru. Sementara jumlah siswa yang ada sebanyak 256, terbagi atas 8 rombongan belajar (rombel)," kata Nahum saat ditemui Salam Papua di ruang kerjanya SDN 9 Mimika, Senin (29/1).

Walaupun kondisi pembangunan sekolah itu belum memadai, tetapi bangunan sudah digunakan dan pindah dari sekolah lama di depan Gereja Golgota Irigasi sejak Juli 2017 lalu.

"Hanya 3 RKB dan siswa banyak. Sehingga kami gabungkan siswa kelas 1-2 satu kelas, 3-4 satu kelas dan 5-6 satu kelas. Dalam satu ruangan 30 kursi, sedangkan banyak siswa karena gabungan kelas. Sehingga pada saat belajar sebagian siswa duduk di lantai, sebagian duduk di kursi," tuturnya.

Pembangunan dianggap belum memadai karena selain kekurangan raung RKB, juga belum memiliki akses jalan utama menuju sekolah, bahkan, air dan kamar mandi pun belum tersedia.
"Lihat saja jalan masuk sekolah ini, rumput tinggi-tinggi, ditambah ada kali-kali kecil yang memang butuh jembatan. Jadi, kami butuh jalan masuk harus di timbun sehingga kendaraan bisa masuk ke halaman sekolah, anak-anak juga bisa melalui jalan yang baik," ujarnya.

Masih memiliki banyak kekurangan sehingga pada Okober 2017 lalu, anggota DPRD Mimika dari Komisi C telah melakukan kunjungan dan melihat langsung kondisi sekolah. Kata Nahum, dari kunjungan itu, DPRD menyampaikan akan bantu tambah 3 RKB dan penimbunan jalan menuju sekolah.

"Kami berharap agar apa yang sudah di sampaikan oleh para anggota dewan ke sekolah bisa di realisasikan. Karena ini kebutuhan utama di sekolah kami, apalagi ini sekolah negeri yang perlu di perhatikan pemerintah," katanya. (Ervi Ruban)
Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Post a Comment