Pembebasan Lahan Kendala Pembangunan Infrastruktur di Mimika

Bagikan Bagikan

Kabid Bina Marga pada Dinas PU Mimika, Bonifasius Saleo.


SAPA (TIMIKA) - Salah satu kendala utama pembangunan infrastruktur di wilayah Kabupaten Mimika, yaitu dalam pembebasan lahan.

Kabid Bina Marga pada Dinas Pekerjaan Umum (PU) Mimika, Bonifasius Saleo, Selasa (9/1) mengatakan kecenderungan masyarakat Mimika terkadang enggan untuk menyerahkan tanahnya untuk pembangunan infrastruktur dan hal itu menjadi Tarik ulur dalam waktu yang lama.

Selain itu, harga tanah yang diminta juga tidak sesuai dengan harga yang telah ditentukan oleh tim appraisal.

Dia berharap agar ke depan masyarakat Mimika dapat menerima kehadiran pembangunan khususnya infrastruktur demi kemajuan Mimika. Sebab, menurut Bonifasius, pembangunan yang dilakukan oleh pemkab digunakan untuk kepetingan masyarakat banyak seperti pembangunan jalan raya atau gedung-gedung lain.

Bonifasius optimis jika pengurusan pembebasan lahan diselesaikan lebih cepat oleh Bagian Pertanahan Setkab Mimika dan masyarakat pemilik tanah, maka pembangunan infrastruktur di Mimika juga dapat berjalan cepat dan selesai tepat pada waktunya.

PU Mimika sendiri pada 2018 ini telah mengusulkan pembangunan infrastruktur jalan tembus dari Jalan Cenderawasih ke Jalan C. Heatubun menuju terminal Bandara Mozes Kilangin Timika yang baru dibangun.

Selain itu PU juga akan membangun bundaran di tengah Jalan Cenderawasih persis di persimpangan Jalan Cenderawasih - Jalan Hasanuddin dan Jalan C. Heatubun yang direncanakan dari Jalan Cenderawasih menuju Jalan C. Heatubun arah ke Bandara baru.

"Nanti kita akan komunikasikan dengan Bagian Pertanahan Setkab Mimika terkait kejelasan pembebasan lahan di situ. Kalau memang pertanahan akui sudah beres, berarti kita masuk dan mulai bekerja. Pihak Petrosea juga sudah izinkan untuk bongkar pagar mereka," ujarnya.

Terkait hal ini, ia mengharapkan agar seluruh warga pemilik lahan di area pembukaan jalan baru tersebut bisa bekerja sama. Karena yang dilakukan pemerintah bertujuan untuk kesejahteraan masyarakat umum.

"Mudah-mudahan proses pembebasan lahan di 2018 ini bisa lebih mudah dan tidak serumit tahun-tahun sebelumnya. Saya yakin juga masyarakat kita saay ini sangat memahami proses pembangunan yang dilakukan oleh pemerintah," kata Bonifasius. (Ant)
Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Post a Comment