Pemkab Mimika Harus Bedakan Hak dan Upah Tambahan Guru

Bagikan Bagikan

Jerban Amokwame, S.Pd
SAPA (TIMIKA) - Seorang guru PPKN Sekolah Dasar (SD) Yayasan Pendidikan Persekolahan Katolik (YPPK) Pusinara Kampung Amungun Distrik Agimuga, Jerban Amokwame, S.Pd mengatakan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mimika dan Anggota DPRD Mimika harus bisa membedakan mana hak dan mana upah tambahan untuk tenaga guru.

“Sebenarnya yang kami lakukan saat demo beberapa bulan lalu bukan menuntut honorer guru. Yang kami tuntut yaitu upah tambahan kami yang mengabdi sebagai guru di sekolah. Salah kalau pemerintah dan anggota dewan berpikir kami tuntut honorer,” kata Jerban saat mendatangi Kantor Salam Papua di Jalan Elang nomor 72, Selasa (30/1).

Dia mengungkapkan, anggota dewan dan Pemkab Mimika harus dapat membuktikan berdasarkan data konkrit mengenai bengkaknya Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) karena membayar honor guru.

“Saya minta dengan hormat, kalau pemerintah dan dewan anggap APBD bengkak dengan pembayaran honor maka perlu membuktikan dengan DPA dinas, jangan hanya asal bicara,” ungkap dia.

Dia menegaskan, selama ini setahunya Pemkab Mimika hanya membayar honor untuk tenaga guru honorer berdasarkan SK Pemkab Mimika, bukan upah tambahan untuk para guru honorer, termasuk guru honorer yang berdasarkan SK yayasan. Dan hal tersebut ada dasar hukumnya. Sehingga pihak Pemkab Mimika harus bisa membedakan antara upah honorer dan upah tambahan guru. Jadi menurut dia, pihak Pemkab Mimika salah kaprah jika menanggapi permintaan guru-guru honorer untuk membayar upah tambahan guru, dengan pembayaran honor guru.

“Untuk insentif ini kan sudah jelas, karena pembagiannya berdasarkan peraturan Bupati (Perbup) dan itu ada dasar hukumnya. Entahlah pembayaran honor seperti apa oleh pemerintah, saya juga tidak tahu. Tetapi saya hanya peringatkan kepada pemerintah agar harus bisa bedakan mana upah honorer dan mana yang disebut upah tambahan guru,” tegas dia. (Ervi Ruban)
Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Post a Comment