Per 1 Januari RSMM Resmi Layani Peserta BPJS Kesehatan

Bagikan Bagikan

Ilustrasi.


SAPA (TIMIKA) - Rumah Sakit Mitra Masyarakat (RSMM) terhitung 1 Januari 2018 resmi membuka layanan bagi pasien pemegang kartu BPJS Kesehatan. Hal itu sesuai amanat Undang-undang kesehatan dalam rangka universal health coverage pada tahun 2019, sekaligus upaya RSMM menuju kemandirian.

Wakil Direktur (Wadir) Medis RSMM, dr Theresia Nina, mengatakan RSMM saat ini dalam fase transisi membenahi sistem, sarana dan SDM dalam melayani pasien BPJS, pasien umum serta pasien dari masyarakat tujuh suku.

"Pasien BPJS sudah ada, tetapi belum terlalu banyak, sambil kita menyiapkan segalanya. Kami tidak membedakan layanan BPJS atau tujuh suku. Rumah sakit itu institusi public, dan kami juga sudah di sumpah secara etis tidak boleh membeda-bedakan pasien dari segi apapun," kata Theresia saat di temui awak media di Timika, Kamis (11/1).

Sesuai aturan, rumah sakit hanya melayani peserta BPJS yang merupakan pasien rujukan dari fasilitas kesehatan tingkat pertama, misalnya Puskesmas atau dokter keluarga, termasuk pasien emergency sebagaimana aturan yang ditetapkan BPJS.

"Tanpa rujukan, akan dilayani sebagai pasien umum. Kadang-kadang juga masyarakat berobat, cuma batuk pilek, datang ke UGD pakai BPJS. Kan itu tidak memenuhi kriteria emergency. Mohon maaf kami akan layani sebagai pasien umum, risikonya membayar," tegasnya.

Meski masih dalam fase transisi, kata dia, RSMM tetap akan melayani pasien masyarakat tujuh suku yang terverifikasi LPMAK seperti biasanya. Entah rujukan atau tidak, pasien tujuh suku tetap mendapatkan pelayanan seperti sebelumnya,sambil secara bertahap, ke depannya pasien tujuh suku juga akan diarahkan berobat ke fasilitas kesehatan tingkat pertama, sebelum di rujuk ke rumah sakit sesuai indikasi medis.

Sementara itu Kepala Hubungan Masyarakat (Kumas) RSMM, Elfinus Omaleng, mengakui bahwa masyarakat tujuh suku memang masih perlu diberikan pemahaman tentang memanfaatkan fasilitas layanan kesehatan tingkat pertama, sebelum dirujuk ke rumah sakit. Termasuk memberikan pemahaman manfaat yang di peroleh dengan menjadi peserta BPJS Kesehatan maupun Ketenagakerjaan.

"Perlu komunikasi yang efektif dan kerja keras untuk mengedukasi masyarakat kita, sehingga jalur-jalur pelayanan BPJS Kesehatan maupun BPJS Ketenagakerjaan dan manfaat dapat di mengerti,” kata Elfinus.

Sesuai keputusan LPMAK, Gereja Katolik Keuskupan Timika dan Yayasan Caritas Timika Papua (YCTP), RSMM sedang mengubah skema maupun sistem keseluruhan organisasinya, termasuk layanan kepada masyarakat. Saat ini, RSMM sedang mengemban misi menjaga kemandirian untuk tetap eksis, tanpa bergantung dengan keberadaan PT Freeport Indonesia (PTFI). (Red)
Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Post a Comment