Pertajam Solidaritas, Prodi Penjas STKIP Hermon Melaksanakan Persami

Bagikan Bagikan
Program Studi Pendidikan Jasmani (Prodi Penjas) Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) Hermon Timika
SAPA (TIMIKA) – Dalam mempertajam nilai-nilai solidaritas kepada mahasiswa, Program Studi Pendidikan Jasmani (Prodi Penjas) Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) Hermon Timika melaksanakan perkemahan Sabtu dan Minggu (Persami) pada tanggal 27-28 Januari 2018, di lokasi Kampus STKIP Hermon jalan Budi Utomo Ujung Jalur SP1 Nawaripi Timika.

Kegiatan Persami yang bertema “Bersolider dengan Alam dan Sesama” tersebut merupakan faktor pendukung dalam memenuhi persyaratan untuk Mata Kuliah Pramuka pada Prodi Penjas STKIP Hermon. Kegiatan dibuka dan ditutup oleh Jori Lahinda,M.Pd, Kaprodi Penjas STKIP Hermon. Para peserta yakni mahasiswa dan mahasiswi semester 5 mengikuti kegiatan tersebut dengan penuh antusias dan tetap bersemangat.

“Persami ini mengangkat tema “Bersolider dengan Alam dan Sesama”. Kegiatan ini adalah salah satu syarat dalam Mata Kuliah Pramuka untuk semester 5 Prodi Penjas.  Saya sangat mengapresiasi para mahasiswa yang tetap antusias dan bersemangat dalam mengikuti kegiatan ini sampai selesai,” kata Jimmy Rungkat,M.Div,M.Th, dosen Mata Kuliah Pramuka di lokasi kegiatan, Minggu (28/1).

Tujuan diselenggarakannya Persami tersebut, ungkap Dia, adalah  untuk mempertajam jiwa solidaritas mahasiswa, baik terhadap alam maupun sesama. Menurut dia, awal mulanya Pramuka terbentuk adalah dari alam, maka setiap kegiatan Pramuka sebetulnya harus akrab dan bersimpati dengan alam. Selain itu, kegiatan tersebut juga untuk memperkuat kebersamaan antar sesama mahasiswa yang berlatar belakang dari berbagai daerah dan karakter yang berbeda, supaya mahasiswa memiliki bela-rasa-suka-duka dengan sesamanya.

“Tujuan diselenggarakannya kegiatan ini adalah untuk mengakrabkan mahasiswa dengan alam karena Pramuka cikal bakalnya dari alam. Selain itu, mahasiswa juga diperkuat rasa kebersamaan di antara mereka, karena mereka berasal dari daerah yang berbeda-beda dengan karakter yang berbeda-beda pula. Itulah sebabnya setiap sesinya diramu dengan kegiatan-kegiatan untuk mencapai tujuan tersebut, seperti games, hiking (menjelajah atau berpetualang, red), dan sebagainya,” ungkap dia.

Pada kesempatan yang sama, Jori Lahinda,M.Pd menyambut baik kegiatan tersebut dan memuji antusiasme mahasiswa yang tetap bersemangat dalam mengikuti setiap sesi. Menurut dia, alasan adanya Mata Kuliah Pramuka dalam Prodi Penjas, demi mempersiapkan mahasiswa yang nantinya akan menjadi guru yang juga mampu melaksanakan kegiatan Pramuka di sekolah. Karena ditemukan di beberapa sekolah saat ini, ada guru yang ditunjuk untuk membina kegiatan Pramuka tapi ilmu tentang kepramukaan hanya didapat melalui pembelajaran secara mandiri.

“Saya menyambut baik kegiatan ini dan memuji semangat mahasiswa yang mengikuti kegiatan sampai selesai. Memang Mata Kuliah ini sengaja dimasukan ke dalam kurikulum Prodi Penjas, sebab mereka outputnya kan menjadi guru bukan sarjana olahraga. Supaya nantinya mereka bisa menjadi Pembina Pramuka yang handal di sekolah. Karena saat ini ada ditemukan guru yang ditunjuk menjadi Pembina pramuka di sekolahnya tapi ilmu pramuka didapat secara otodidak bukan melalui pendidikan formal. Pasti hasilnya tidak akan maksimal bagi siswa-siswi di sekolah tersebut,” ujar Jori. (Red)
Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Post a Comment