Polsek Miktim dan Koramil Mapurujaya Tatap Muka di Manasari

Bagikan Bagikan
Polsek Mimika Timur (Miktim), Koramil Mapurujaya dan pihak Distrik Mimika Timur Jauh tatap muka dengan warga Manasari 
SAPA (TIMIKA) - Menyikapi permasalahan pengeroyokan yang terjadi di Kampung Manasari, Distrik Mimika Timur Jauh pada 21 Januari lalu, Polsek Mimika Timur (Miktim) bersama Koramil Mapurujaya dan pihak Distrik Mimika Timur Jauh menyambangi atau tatap muka bersama warga Manasari sekaligus melakukan konsolidasi. Kegiatan ini bertujuan mencari solusi terkait permasalahan yang terjadi di wilayah itu.

Sebelumnya, petugas sempat terkendala kondisi cuaca dan alat transportasi. Namun, setelah adanya komunikasi dan koordinasi antara Polsek Miktim bersama pihak dari Social Local Development (SLD) PT Freeport Indonesia (PTFI), akhirnya transpotasi dapat di fasilitasi dan kegiatan bisa terlaksana.

Meski kegiatan ini sempat terhambat, Kapolsek Miktim, Iptu J Limbong, SH dibantu pihak dari Koramil Mapurujaya selaku pengemban wilayah hukum, tidak surut melakukan upaya-upaya guna mencari solusi terbaik agar permasalahan yang terjadi dapat segera terselesaikan.

Langkah-langkah yang telah ditempuh yakni, menemui para tokoh adat dan tokoh masyarakat serta Kepala Kampung Fanamo guna mengetahui kronologis kejadian yang sesungguhnya. Selanjutnya menemui korban untuk di arahkan membuat laporan polisi secara resmi. Hal itu agar dengan adanya laporan tersebut, dapat dijadikan dasar oleh Polsek Miktim untuk melakukan tindakan kepolisian sesuai aturan dan ketentuan yang berlaku.

"Kami lakukan langkah-langkah persuasif kepada para tokoh maupun pihak aparat kampung, guna mengetahui duduk permasalahan yang terjadi. Agar permasalahan ini tidak meluas," kata Kapolsek Miktim, Iptu J. Limbong SH disela-sela kegiatan di Kampung Manasari, Selasa (30/1).

Dalam tatap muka itu, tokoh adat dan aparat kampung serta masyarakat sangat berterima kasih atas kehadiran Polri dan TNI serta pemerintah daerah, yang mana menjelaskan secara gamblang kronologis yang terjadi. Dimana, peristiwa tersebut terjadi bukan hanya sekali, namun sudah berulang kali dan hal ini berujung pada permasalahan tapal batas atau wilayah yang di klaim oleh salah satu kelompok masyarakat, bahwa wilayah tersebut merupakan wilayah hak ulayatnya. Secara umum masyarakat Kampung Manasari beranggapan bahwa wilayah yang ada merupakan bagian dari wilayah NKRI, sehingga siapapun berhak untuk menempati maupun melakukan aktivitas di wilayah tersebut.

Kata Marinus, salah seorang tokoh masyarakat Kampung Manasari, bahwa inti permasalahan merupakan awal dari masalah PTFI yang selama ini melakukan pembuatan tanggul untuk pembuangan limbah. Sehingga, membuat pendangkalan sungai dan masyarakat harus menderita terkait dengan masalah transportasi. Bahkan pendangkalan itu berdampak kepada empat distrik, sehingga PTFI diminta bertanggungjawab. Terkait hal ini, warga Manasari pun berharap aspirasi yang ada dapat disampaikan kepada manejemen PTFI.

Dari banyaknya aspirasi yang di sampaikan warga maupun aparat kampung, Polsek Miktim hanya menyikapi inti atau pokok permasalahan terkait pengeroyokan, bahwa permasalahan itu akan di selesaikan secara kekeluargaan, mengingat antar kelompok warga yang mengklaim maupun masyarakat yang ada merupakan keluarga dan saudara. Hal ini akan di tindaklanjuti dalam pertemuan penyelesaian permasalahan yang akan dilaksanakan pada 6 Februari mendatang di Kantor Satpolairud Polres Mimika, dengan melibatkan kedua belah pihak. Sehingga di harapkan, masyarakat dapat menerima dan mengakomodir dengan baik apa yang sudah di upayakan untuk di selesaikan.

"Kami yang ada ini akan memfasilitasi dan menjembatani penyelesaian permasalahan yang terjadi, khususnya menyangkut tempat. Untuk itu diharapkan masyarakat dapat bekerjasama yang baik dalam berkoordinasi dan berkomunikasi agar permasalahan ini dapat segera terselesaikan," terang kapolsek.

Sementara untuk hal-hal lainnya, Kapolsek akan berusaha menyampaikan aspirasi yang ada kepada pihak-pihak yang berkompeten untuk segera ditindaklanjuti, demi kenyamanan dan keamanan masyarakat pesisir pantai pada umumnya.

Pada kesempatan terakhirnya sebelum meninggalkan Kampung Manasari, Kapolsek menyampaikan ucapan terima kasih kepada masyarakat yang telah menerima kehadirannya bersama rombongan dalam menyikapi permasalahan yang terjadi. Banyaknya aspirasi yang disampaikan akan dipelajari, yang selanjutnya akan disampaikan kepada para pihak yang berkompeten. (Red)
Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Post a Comment