Sepasang Suami-Istri Tewas Diduga Akibat Cekcok

Bagikan Bagikan
Korban Maria F Sainlolin saat dibawa ke RSUD Mimika. (Foto; Istimewa)
SAPA (TIMIKA) -  Sepasang suami-istri tewas setelah sebelumnya diduga terlibat cekcok di dalam rumah kontrakan tempat tinggal mereka, Jalan Mente, Kelurahan Sempan, Distrik Mimika Baru (Miru), Sabtu (27/1) sekira pukul 23.00 WIT. 

Sang istri yang bernama Maria F Sainlolin (28) diduga dianiaya suaminya Hanok A Emanratu (43) dan mengalami sejumlah luka serius. Meski yang bersangkutan sempat dilarikan ke RSUD Mimika, namun nyawanya tidak dapat tertolong dan meninggal dunia. Sementara itu sang suami Hanok juga ditemukan tewas gantung diri menggunakan seutas tali.

Menurut keterangan kepolisian, sebelumnya ada saksi yang juga tinggal disekitar tempat kejadian, yang mana sempat mendengar adanya suara pertengkatan antara perempuan dan laki-laki. Kemudian saat itu saksi keluar dari rumahnya lalu melihat korban Maria F Sainlolin sudah dalam keadaan terluka dengan mengeluarkan banyak darah.

Selanjutnya, saksi mengecek ke dalam rumah korban untuk mencari tahu suami korban, namun pintu rumah dalam keadaan terkunci. Saksi akhirnya meminta kunci duplikat kepada pemilik rumah kontrakan. Saat berhasil membuka pintu, suami korban terlihat dalam keadaan sudah tergantung menggunakan seutas tali. Melihat kejadian tersebut, saksi langsung melapor ke Polres Mimika.

Suami korban juga ikut tewas setelah gantung diri.
(Foto; Istimewa)
Setelah mendapatkan laporan, tim identifikasi Reskrim Polres Mimika turun ke lokasi kejadian hendak melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), mendapatkan suami korban pun sudah meninggal dunia akibat gantung diri.

Kapolres Mimika, AKBP Indra Hermawan saat dikonfirmasi terkait peristiwa ini, Minggu (28/1), membenarkan adanya peristiwa ini. Namun untuk keterangan lebih lengkap, Kapolres sendiri masih menunggu data laporan terkait peristiwa ini.

Sementara itu Humas RSUD Mimika, Luky Mahakena ketika dikonfirmasi juga membenarkan adanya pasien sepasang suami-istri yang dilarikan ke RSUD Mimika. Namun, kata Luky, keduanya tidak sempat tertolong lagi (meninggal dunia) dan dimasukan ke kamar jenazah RSUD Mimika.

Dalam laporan polisi (LP) nomor: LP/60/I/PAPUA/RES MMK tertanggal  27 Januari 2018 menyebutkan, peristiwa tersebut merupakan perkara penganiayaan yang dilanjutkan dengan bunuh diri, dengan cara gantung diri. Kejadian ini sementara ditangani Polres Mimika, belum diketahui pasti motif dari kejadian tersebut. (Tomy)
Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Post a Comment