Sudah Empat Pengaduan Ditangani Panwaslu

Bagikan Bagikan

Ketua Panwaslu Kabupaten Mimika, Johanes Wato.


SAPA (TIMIKA) – Hingga kini, Panwaslu Kabupaten Mimika menangani empat pengaduan dari pasangan bakal calon (Balon) jalur perseorangan. Hal itu disampaikan Ketua Panwaslu Kabupaten Mimika, Johanes Wato kepada wartawan di Kantor Panwaslu, Jalan Ki Hajar Dewantara, Kamis (11/1).
  
“Saat ini kami tangani empat laporan (Pengaduan-Red), yang paling banyak mengenai hasil verifikasi faktual yang dilakukan oleh PPD (Panitia Pemilihan Distrik),” katanya.

Adapun pengaduan yang diterima terkait masalah sengketa Pilkada oleh pasangan Karolus Tsunme-Rovina Sarvunin Pesurnay, yang mana telah diselesaikan pada 16 Desember 2017 lalu. Selanjutnya pelaporan yang diajukan oleh pasangan Petrus Yanwarin-Alpius Edoway (Petraled), Robertus Waraopea–Albert Bolang (RnB), dan Mus Pigai dan Allo Rafra (Musa). Namun, untuk pengaduan dari pasangan Musa, kata dia, tidak bisa dilanjutkan dengan alasan tidak memiliki bukti yang cukup kuat.

“Kalau untuk Petraled dan RnB, saat ini kami sudah mengkaji laporannya, kami sudah memanggil pihak terlapor, pelapor dan saksi-saksi,” kata pria yang akrab di sapa John.

Langkah selanjutnya dalam penanganan pengaduan pasangan Petraled dan RnB soal hasil verifikasi faktual, yang mana dianggap terdapat perubahan dalam jumlah suara, akan di kaji untuk diputuskan apakah aduan tersebut benar dilanggar oleh PPD dalam melakukan pleno verifikasi faktual atau tidak.

“Nanti secepatnya kami akan kaji, jika jadi maka hasil kajian hari ini (Kemarin-Red) sudah bisa kami putuskan. Setelah itu kami akan lihat sesuai dengan Undang-undang, jika pengaduan pelapor terbukti maka dari Panwaslu akan mengeluarkan surat rekomendasi kepada KPU untuk melakukan perhitungan ulang,” terangnya.

Persoalan ini akan diselesaikan Panwaslu sebelum tujuh hari kedepan, yakni hingga hari Sabtu (13/1) agar bisa memperlancar para balon untuk lengkapi berkas yang menjadi syarat maju dalam Pemilukada Serentak di Mimika.

“Kami akan kejar cepat untuk menyelesaikan aduan dari dua balon tersebut, agar tidak mengganggu segala proses pendaftaran mereka,” katanya.

Kendati demikian, masih terdapat pasangan balon yang melaporkan aduan, yaitu pasangan Philipus B Wakerkwa-H Basri (PhilBas). Namun, itu belum masuk dalam hitungan jumlah pelaporan karena aduan masih dipelajari.

John menambahkan, para pasangan balon agar dapat memperhatikan syarat yang harus dipenuhi saat akan memberikan pelaporan untuk bisa diproses lebih lanjut.

“Jadi ada dua syarat dalam melakukan pelaporan ke Panwas, yang pertama adalah syarat formal berupa identitas pelapor, identitas pihak terlapor. Waktu pelaporan paling lama tujuh hari, kesesuaian tandatangan dalam formulir laporan,” jelasnya.

Selain syarat formal, adapun syarat lainnya, yakni syarat material. Dimana, pelapor harus menyertakan kronologis kejadian, foto tempat peristiwa terjadi serta bukti. (Salma)
Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Post a Comment