Umat Muslim Diimbau Shalat Gerhana Bulan

Bagikan Bagikan

Ketua MUI Mimika, Ustadz H Muhammad Amin, AR, S.Ag.
SAPA (TIMIKA) - Sehubungan akan terjadinya gerhana bulan total (GBT) pada Rabu (31/1) malam, Majelis Ulama Indonesia (MUI) Mimika mengadakan shalat gerhana secara berjamaah. Shalat gerhana bulan atau istilahnya khusuful qamar akan dilaksanakan di Masjid Agung Babussalam dan sebagai imam Ustadz Rifai Al Haq, Lc dari Makassar.

Hal tersebut dibenarkan Imam Besar Masjid Agung Babussalam, Ustadz H Muhammad Tahir, Lc. Ia  mengatakan, pihaknya bersama MUI telah menyerukan ajakan shalat gerhana melalui akun WhatsApp, SMS, maupun majelis-majelis ta’lim ke seluruh masjid yang ada di Kabupaten Mimika.

"Kami mengajak seluruh muslimin muslimat untuk mengikuti shalat gerhana bulan Kamis malam, Ba'da Isya (Usai shalat Isya-Red) sampai selesai. Kami sudah sosialisasikan hal ini antar masjid. Selain itu berbagai pesan sudah kami sebarkan,” katanya saat dihubungi Salam Papua, Selasa (30/1).

Selanjutnya, yang menjadi khatib pada shalat gerhana bulan adalah Ketua MUI Kabupaten Mimika, Ustadz H Muhammad Amin, AR, S.Ag.

“Atas izin Allah, penuntun Sholat Gerhana Bulan, saya sendiri. Dan khatib oleh ketua MUI,” ujarnya.

Shalat gerhana bulan berjamaah akan dilaksanakan selama satu jam. Kendati demikian, ia menjelaskan bahwa, akan lebih mulia jika shalat gerhana di adakan sepanjang gerhana bulan terjadi.

“Ini bukan hanya sekedar shalat sunnah. Insya Allah akan diadakan selama satu jam. Sebelum itu, kita shalat Isya berjamaah, kemudian seremonial, shalat sunnah, khutbah, lalu melihat bulan itu jika mau,” terangnya.

Sementara itu, Ketua MUI menjelaskan, pelaksanaan shalat sunnah gerhana bulan ini berbeda dengan shalat lainnya. Di mana untuk shalat gerhana bulan ini dilakukan empat rakaat, setiap rakaat terdiri dari dua kali rukuk dan dua kali sujud.

“Shalat sunnah gerhana ini sama mulianya dengan shalat Idul Fitri dan shalat Idul Adha,” ujar Ketua MUI saat ditemui awak media di Hotel Serayu Hotel beberapa waktu lalu.

Amin juga mengatakan, fungsi dan tujuan dari shalat gerhana ini sebagai bentuk untuk mengingatkan dan syukur umat Islam akan kebesaran Allah SWT, yang mana telah menciptakan seluruh alam termasuk fenomena gerhana bulan total.

Lanjut dia, salah satu bentuk ucapan syukur yang bisa dilakukan oleh umat Islam, yakni dengan melaksanakan shalat sunnah gerhana bulan empat rakaat.

“Dalam melaksanakan shalat sunnah gerhana bulan, akan ada pemberian khotbah oleh khotib. Karenanya, kami mengundang umat muslim di Timika untuk bisa hadir pada pelaksanaan shalat gerhana bulan secara berjamaah,” ajaknya. (Salma)
Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Post a Comment