BNNK Mimika Gelar Rapat Koordinasi Rehabilitasi Kecanduan Narkotika

Bagikan Bagikan
BNNK gelar rapat koordinasi

SAPA (TIMIKA) - Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Mimika menggelar rapat koordinasi dengan dinas terkait untuk menyamakan persepsi dalam merehabilitasi orang yang mengalami ketergantungan narkotika di Kabupaten Mimika. Rapat koordinasi ini diselenggarakan di hotel Emeral jalan Cenderawasih, Selasa (13/2) lalu.

Plt Kepala BNNK Mimika, Kompol Mursaling  mengatakan, rehabilitasi penyalahgunaan narkotika perlu dilakukan. Apabila ada di kalangan masyarakat yang kecanduan narkotika wajib direhabilitasi. Untuk itu, dia meminta kepada masyarakat yang mengetahui adanya keluarga atau orang lain yang mengalami ketergantungan narkoba agar dapat segera dilaporkan ke pihak BNNK Mimika.

"Melalui koordinasi inilah, kita dapat menyampaikan kepada masyarakat akan pentingnya rehabilitasi bagi orang yang ketergantungan narkoba," katanya.

Dia mengungkapkan, sebelumnya program rehabilitasi untuk orang yang mengalami ketergantungan narkotika di Mimika belum ada. Sehingga, hal itu perlu disosialisasikan kepada masyarakat.

Adapun tujuan pertemuan ini, menurut Dia, adalah untuk melakukan penguatan lembaga rehabilitasi yang ada di Kabupaten Mimika. Menyamakan persepsi dengan dinas yang bersangkutan  berkaitan dengan penyalahgunaan narkotika.

"Sebelum program rehabilitasi berjalan, maka perlu dilakukan persamaan persepsi dengan dinas terkait sebelum ke masyarakat," ujarnya.

Ia menambahkan, untuk merehabilitasi orang yang mengalami ketergantungan narkotika membutuhkan waktu yang cukup bervariasi, karena harus melihat perkembangan kesehatan pasien melalui  unit kesehatan yang ada.

Sedangkan untuk biaya rehabilitasi, lanjut dia, nantinya akan didanai oleh Pemerintah. Khusus untuk seseorang yang menjadi tersangka penyalahgunaan narkotika dan mengalami ketergantungan, harus menempuh dua hal secara bersamaan. Di satu sisi menjalani proses hukum dan di sisi lain harus melakukan rehabilitasi. Namun rehabilitasi tersebut bisa dilakukan melihat kondisi kesehatan orang tersebut.

"Dua hal itu harus dijalankan secara bersamaan. Tapi harus melihat kondisi dari tersangka sendiri," ungkapnya.

Hadir dalam rapat koordinasi tersebut, Kepala Kejari Timika, perwakilan dari TNI, dinas sosial, dinas kesehatan, perwakilan dari puskesmas dan perwakilan Lapas Timika. (Tomy)
Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Post a Comment