Ini Hasil Uji Laboratorium Air Dwi Koala

Bagikan Bagikan
Ilustrasi-Foto Lab ITB
SAPA (TIMIKA) – Air Dwi Koala setelah diuji di unit laboratorium Dinas Kesehatan (Dinkes) Mimika, menunjukan hasil bahwa air kemasan gelas Dwi Koala layak konsumsi, dalam hal ini bebas dari bakteri sehingga layak dikonsumsi.

Sebelumnya, pada Rabu 21 Februari, pihak Dwi Koala mengantarkan sample airnya ke unit laboratorium Dinkes yang terletak di Kilometer 7 pada Rabu (21/2) untuk diuji dengan metode ozone.

"Kami sudah uji, hasilnya bagus, akteri poliform sama ecoly negatif semua," kata Hamisa selaku Penanggung Jawab Laboratorium Dinkes Mimika saat dikonfirmasi, Jumat (23/2).

Menurut Hamisa, temuan air kemasan gelas yang ditumbuhi lumut, dipengaruhi juga dari tempat penyimpanannya.

Diketahui, sejak 12 Februari lalu Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Mimika menarik produk air mineral kemasan gelas Dwi Koala dari pasaran lengkap dengan berita acara penarikan. Hal ini dikarenakan ada warga yang menemukan air pada kemasan gelas Dwi Koala terdapat berlumut.

Sumali, selaku pemilik perusahaan air mineral Dwi Koala, saat dikonfirmasi wartawan mengatakan produk airnya steril dari bakteri. Adanya persoalan ini, sebagai warga negara dan pengusaha yang taat ia mengikuti keputusan pemerintah yang menarik air mineral kemasan gelas miliknya.

"Selama 20 tahun saya menyediakan air minum untuk masyarakat ini pertama kalinya saya dapat masalah. Hanya satu yang ditemukan sebenarnya, dan karena disimpan di tempat yang lembab. Jangankan itu, simpan air gelas dekat sabun saja, beberapa hari kemudian airnya akan bau sabun. Kenapa, karena kemasan plastiknya sangat tipis," kata Sumali saat ditemui di pabrik air Dwi Koala, Jalan Budi Utomo ujung.

Sumali juga mengatakan ada sekitar lima ribuan karton air kemasan gelas yang ditarik dari pasaran dan langsung dimusnahkan.

Setelah ada hasil laboratorium, pihaknya rencanakan produksi kembali air kemasan gelas pada awal Maret. Target utamanya adalah mengganti kerugian para pelanggannya.

"Semua yang ditarik akan kami ganti sesuai jumlah yang ada di berita acara penarikan," katanya.

Sebelumnya, Laboratorium Dinkes Mimika mencatat Dwi koala terakhir kali membawa sampel air untuk diperiksa pada 15 Juli 2017. (Red)
Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Post a Comment