Komisioner KPU Mimika Pecah Kongsi di Pleno Penetapan Cabup

Bagikan Bagikan
Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Mimika, Theodora Ocepina Magal

SAPA (TIMIKA) - Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Mimika, Theodora Ocepina Magal mengakui menandatangani berita acara pada saat penetapan calon bupati dan wakil bupati Mimika di Grand Alison, Sentani, Kabupaten Jayapura guna menyelamatkan tahapan Pilkada. Langkah ini diambil karena Komisioner pecah kongsi, yakni dua orang komisioner KPUD Mimika tidak menandatangani berita acara, dan dua orang menandatanganinya pada Minggu (18/2) lalu.

“Terkait penandatangan berita acara, sebelum pleno memang terjadi perdebatan. Jika saya tidak ikut tandatangan, maka tahapan Pilkada akan molor dan sampai kapanpun tidak akan selesai . Sementara kita ini dikejar oleh waktu. Dan Kabupaten Mimika ini sudah sangat terlambat,” ujar Ocepina saat ditemui wartawan di Kantor KPU Mimika, Kamis (22/2).

Ia mengatakan, sudah tanggung jawabnya untuk menyelamatkan Pilkada selaku Ketua KPU Mimika agar bisa berjalan.

Dikatakan, pecah kongsi komisioner KPU karena permasalahan internal menyebabkan perbandingan untuk penandatanganan berita acara yakni 2 : 2.

“Berdasarkan ketentuan yang ada, untuk penandatanganan berita acara pleno penetapan, minimal tiga orang komisioner KPU. Karenanya, saya ikut menandatangani berita acara penetapan calon tersebut. Sesuai agenda jadwal tahapan nasional penetapan calon dilakukan 12 Februari 2018. Tapi kami baru melaksanakannya pada 17 Februari 2018. Dengan demikian sebagai Ketua KPU Mimika harus mengambil langkah untuk menyelamatkan agenda dan tahapan pilkada ini,” ujarnya.

Ocepina menjelaskan, surat pernyataan yang pernah dikeluarkan pada 24 Desember 2017 lalu menjelaskan, dirinya tidak memihak salah satu kandidat dan bukan menyatakan tidak ikut menandatangani berita acara. Selain itu, penandatangan saat itu belum penetapan calon tetapi masih bakal calon.

“Masalah ini sama dengan yang dihadapi Ketua KPU Provinsi. Dimana sudah ada surat dari KPU RI untuk Ketua KPU Provinsi agar tidak menandatangani berita acara. Tetapi itu sudah masuk atau menjadi calon, namun ini masih balon. Dan yang terpenting saya menyelamatkan agenda ini untuk berjalan. Inikan agenda negara, saya harus bekerja dan tidak bisa diam dengan kondisi itu. Secara aturan saya sudah melaksanakan tugas sebagai pejabat negara,” ujar Ocepina. (Salma)
Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Post a Comment