LPMAK Serahkan 30 M Kepada Dua Lembaga Adat

Bagikan Bagikan
LPMAK menyerahkan dukungan dana kepada dua lembaga adat asli Mimika yaitu LEMASA dan Lembaga LEMASKO) 
SAPA (TIMIKA) – Lembaga Pengembangan Masyarakat Amungme Kamoro (LPMAK), Rabu (21/2) menyerahkan dukungan dana tahun anggaran 2018 sebesar Rp 30 miliar kepada dua lembaga adat asli Mimika yaitu Lembaga Masyarakat Adat Suku Amungme (LEMASA) dan Lembaga Masyarakat Adat Suku Kamoro (LEMASKO).

Penyerahan sekaligus penandatangganan  Perjanjian Kerja  Sama (PKS) antara LPMAK dan dua lembaga adat, berlangsung di Kantor 3, 4 Jalan Yos Sudarso, Kabupaten Mimika.

Dukungan dana kepada masing-masing lembaga sebesar Rp 15 miliar. Pencairannya berjalan dua tahap, tahap pertama Januari – Juni sebesar Rp 7,5 miliar. Sementara tahap kedua bulan Juli – Desember sebesar Rp 7,5 miliar.

Maksud dan tujuan dibuatkan PKS adalah membangun kemitraan yang harmonis antara LPMAK dengan Lemasa dan Lemasko guna pemberdayaan masyarakat, dalam rangka meningkatkan kualitas hidup dan SDM serta kesejateraan sosial ekonomi masyarakat lokal.

Sekretaris Eksekutif LPMAK, Abraham Timang menjelaskan, perlu diketahui sejak 2016 – sekarang dengan adanya penerapan UU Minerba, dampaknya juga dirasakan LPMAK dan mitra-mitra kerja dalam hal ini dampak keuangan. Tetapi perlu disyukuri karena meskipun dalam kondisi seperti ini, PTFI tetap pada komitmen dengan pendapatan yang ada bisa menkondisikan untuk  menjalankan program CSR di LPMAK, meskipun dibanding tahun sebelumnya jumlah dana bukan meningkat tetapi menurun.

“Tahun ini anggaran yang diberikan memang menurun. Karena itu dengan anggaran yang ada ini kita sama-sama berharap supaya dana ini bisa dimanfaatkan semaksimal mungkin, dan lebih kepada tujuan didirikan lembaga. Saya pikir dua lembaga punya visi dan misi, keberadaan kedua lembaga ini untuk apa pasti tau. Sehingga program yang telah direncanakan ditahun 2018 bisa jalan dengan dana yang ada,” kata Abraham.

Meskipun tahun ini jumlah dana menurun, tetapi tingkat koordinasi harus jalan. Karena komunikasi dan koordinasi sangat penting, sehingga semua berjalan sama-sama tidak sendiri-sendiri.

“Kita mitra jadi harus jalan bersama, karena Lemasa, Lemasko dan LPMAK tujuannya melindungi dan kembangkan masyarakat yang sama yaitu masyarakat Amungme dan Kamoro. Kita punya tanggung jawab yang sama kepada masyarakat kita. Sehingga komunikasi dan koordinasi harus dijaga,” tambahnya.  

Direktur Lemasa, Odisius Beanal mengusulkan agar pencairan dukungan dana tidak secara bertahap melainkan sekali pencarian. Karena program tahunan sudah ada, sehingga saat ada anggaran program itu bisa berjalan. Selama ini kendala yang dihadapi untuk menjalankan program adalah dana.

Penandatanganan perjanjian kerja sama dihadiri pihak Lemasko, Lemasa, LPMAK, Badan Pengurus (BP), dan Badan Musyawarah (BM) LPMAK. (Maria Welerubun)
Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Post a Comment